Kaltimdaily.com, Kubar – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2025 resmi digulirkan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Sebanyak 136 unit rumah ditargetkan menerima bantuan tersebut, yang tersebar di delapan kecamatan dan 17 kampung.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kubar, Kamius Junaidi, menjelaskan bahwa setiap rumah akan memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta. Dari jumlah itu, Rp2,5 juta dialokasikan untuk upah tukang, sedangkan Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian material bangunan.
Kamius menekankan, program ini bersifat stimulan. Karena itu, partisipasi swadaya dari masyarakat sangat dibutuhkan agar hasil pembangunan lebih maksimal. Meski begitu, ia mengakui kebutuhan rumah layak huni di Kubar masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 7.000 rumah yang masih masuk kategori tidak layak huni. Dengan demikian, program BSPS hanya mampu mengakomodasi sebagian kecil dari kebutuhan tersebut.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian, pemerintah daerah mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta dukungan dari perbankan. Menurut Kamius, kolaborasi dengan berbagai pihak akan sangat membantu mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebagai bentuk pengawasan, Pemkab Kubar melibatkan aparat desa untuk memantau langsung pelaksanaan pembangunan di lapangan. Selain itu, tim teknis dari Dinas Perkimtan ditugaskan memastikan kualitas bangunan sesuai standar yang berlaku. Mekanisme ini diterapkan guna menjamin transparansi, akuntabilitas, serta manfaat nyata dari program bantuan tersebut.
Kamius menambahkan bahwa fokus pembangunan tidak hanya pada fisik rumah, tetapi juga mencakup fasilitas penunjang seperti sanitasi dan MCK. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan rumah layak huni, tetapi juga lingkungan yang sehat dan nyaman.
Program BSPS 2025 diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya kerja sama lebih luas antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, kesejahteraan warga Kubar diyakini akan meningkat seiring tersedianya hunian yang lebih layak dan sehat.
Ke depan, Pemkab Kubar menargetkan program ini bisa diperluas dengan dukungan anggaran tambahan. Dengan begitu, jumlah penerima manfaat dapat bertambah, sehingga semakin banyak keluarga di Kubar yang merasakan langsung dampak positif dari program perumahan ini. (*)

















