Kaltimdaily.com, Kubar – Pada Sabtu, 3 Januari 2026, aksi penutupan sementara Jalan Nasional yang menghubungkan Simpang Raya menuju Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS) dilakukan oleh warga Kabupaten Kutai Barat.
Aksi tersebut dipicu oleh kondisi jalan yang rusak parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama kendaraan darurat yang melintas. Jalan yang berlubang dan bergelombang, ditambah dengan genangan air saat hujan, dinilai sangat berisiko bagi pengendara.
Puluhan warga yang terlibat dalam aksi tersebut menjaga beberapa titik jalan yang rusak. Kepolisian Polres Kutai Barat diturunkan untuk memastikan keamanan selama proses penutupan.
Kendaraan angkutan perusahaan diarahkan untuk berputar balik, sementara kendaraan pribadi masih diperbolehkan melintas dengan pembatasan tertentu. Aksi ini tidak hanya murni sebagai protes, melainkan sebagai bentuk tekanan kepada pihak-pihak terkait, terutama perusahaan yang diharapkan dapat segera melakukan perbaikan.
Ketua RT 1 Kampung setempat, Ironius, menjelaskan bahwa aksi ini bukan merupakan langkah spontan, melainkan sebagai respons terhadap ketidakpedulian perusahaan yang telah membuat kesepakatan pada Februari 2025 untuk memperbaiki jalan tersebut.
Ironius menegaskan bahwa meskipun ada janji untuk perbaikan, hingga saat ini tidak ada tindakan nyata yang dilakukan. Kerusakan jalan yang semakin parah sudah menyebabkan banyak kecelakaan, terutama pengendara sepeda motor yang sering terjatuh karena kondisi jalan yang buruk.
Aksi penutupan ini difokuskan pada bagian jalan yang paling rusak, yakni sepanjang kawasan Sinabung hingga Lampung Merah. Warga dengan tegas menghalangi truk CPO yang kerap melintas di jalur tersebut, karena dianggap menjadi salah satu penyebab kerusakan parah pada jalan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah infrastruktur di Kutai Barat semakin mendesak untuk diperhatikan. Warga berharap pemerintah dan perusahaan terkait segera merespons dengan tindakan nyata untuk merenovasi jalan yang rusak demi keselamatan masyarakat.
Selain itu, aksi ini juga menjadi bukti bahwa warga Kutai Barat tidak hanya ingin melihat janji-janji kosong, melainkan mereka mendesak agar perbaikan dilakukan segera agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Sebuah solusi cepat dan konkret dari pihak berwenang sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah potensi kecelakaan yang lebih serius di masa depan. (*)

















