Kaltimdaily.com, IKN – Setelah pencarian intensif yang melibatkan Kepolisian, Sat Polairud Polres Kubar, dan masyarakat setempat, nelayan yang dilaporkan hilang di Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), akhirnya ditemukan. Pencarian dimulai setelah mendapatkan laporan tentang hilangnya korban di perairan tersebut.
Kapolsek Muara Pahu, IPDA Dwi Yulistyono, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Petugas bersama masyarakat setempat melakukan pencarian dengan menggunakan perahu, menyusuri aliran sungai untuk mencari kemungkinan keberadaan korban yang terperangkap oleh arus sungai yang cukup kuat. Pencarian difokuskan di area-area yang dianggap rawan, seperti tepian sungai dan titik-titik lainnya yang dapat menjadi tempat korban tersangkut.
Dwi Yulistyono menambahkan bahwa semua prosedur telah dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum, termasuk menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Semua langkah-langkah prosedural telah kami lakukan, dari menerima laporan masyarakat, mengamankan lokasi, hingga melakukan pencarian bersama warga,” ujar Kapolsek Dwi Yulistyono pada Selasa, 24 Februari 2026. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang turut serta dalam upaya pencarian yang berujung pada penemuan korban.
Kapolsek Muara Pahu juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di Sungai Mahakam agar lebih berhati-hati di masa mendatang. Keselamatan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan agar kejadian serupa dapat dihindari di kemudian hari. “Kami menghimbau kepada semua warga yang beraktivitas di sungai untuk selalu memperhatikan keselamatan,” tambahnya.
Dengan ditemukannya korban, diharapkan warga lebih waspada dan memperhatikan kondisi sungai agar kecelakaan serupa tidak terulang. Pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah tersebut untuk menjaga keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Sungai Mahakam. Kewaspadaan dan kerjasama antara masyarakat dan aparat setempat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (*)

















