banner-sidebar
KaltimKubarSamarinda

Sosper di Melak Bahas Penguatan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Avatar
3
×

Sosper di Melak Bahas Penguatan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Share this article

Kaltimdaily.com, Kutai Barat — Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-5 digelar di Aula Pondok Pesantren Hidayatullah Melak, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, pada 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni M. Aidil Shiddia dan M. Taufiq, dengan M. Rendi Rifaldy sebagai moderator.

Sosialisasi ini diikuti masyarakat, tokoh pemuda, hingga kalangan pendidikan yang antusias menyimak pembahasan mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2023 menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila, semangat persatuan, serta rasa cinta tanah air. Pendidikan wawasan kebangsaan dinilai perlu terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda.

Selain itu, forum diskusi juga membahas tantangan yang dihadapi dalam menjaga persatuan di tengah arus informasi digital dan perubahan sosial yang semakin cepat. Peserta diajak memahami pentingnya toleransi, gotong royong, dan menjaga keberagaman sebagai bagian dari identitas bangsa.

Anggota DPRD Kaltim Dapil Kutai Barat-Mahakam Ulu, Abdul Rahman Agus, mengatakan pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak kehilangan jati diri kebangsaan.

“Perda ini hadir untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi dan informasi saat ini, pemahaman kebangsaan harus terus dijaga agar persatuan dan kesatuan tetap kokoh,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi seluruh elemen masyarakat.

“Kita ingin generasi muda memiliki karakter, rasa cinta tanah air, serta memahami pentingnya menjaga keberagaman. Ini menjadi pondasi penting dalam membangun daerah maupun bangsa ke depan,” tambahnya.(*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih