banner-sidebar
KubarKaltim

Kebakaran Permukiman Meningkat, Pemkab Kutai Barat Wanti-Wanti Warga

Avatar
850
×

Kebakaran Permukiman Meningkat, Pemkab Kutai Barat Wanti-Wanti Warga

Share this article
Kebakaran Permukiman Meningkat, Pemkab Kutai Barat Wanti-Wanti Warga
Ilustrasi kebakaran. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kubar – Kasus kebakaran di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) makin bikin resah! Gimana enggak, dalam waktu enam bulan aja—dari Januari sampai Juni 2025—sudah ada 16 kejadian kebakaran yang nyebar di berbagai wilayah. Akibatnya, ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan kerugian materinya pun ditaksir sampai miliaran rupiah!

Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, bilang kejadian ini harus jadi perhatian serius buat semua pihak. “Sepanjang 2025 dari Januari sampai akhir Juni, ada 16 titik kebakaran permukiman. Total kerugiannya nggak main-main,” ucap Nanang di Sendawar, Selasa (2/7/2025), dikutip dari ANTARA.

Laporan dari BPBD Kubar nunjukin kalau 8 kecamatan jadi korban. Ada 94 bangunan yang hangus, 3 motor ikutan jadi abu, dan 388 jiwa dari 125 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal.

Beberapa wilayah yang terdampak antara lain: Kampung Linggang Amer dan Linggang Mapan di Linggang Bigung, empat titik di Kelurahan Melak Ilir, satu di Melak Ulu, serta di Kampung Sempant, Jengan Danum, Besiq, dan Benung di Kecamatan Damai. Nggak cuma itu, titik lainnya tersebar di Tering Seberang, Pentat, Sumber Sari, Merayaq, sampai Long Iram Kota.

Nanang pun tegas menyerukan agar warga lebih peka dan peduli sama potensi kebakaran, apalagi yang disebabkan korsleting listrik atau kelalaian di rumah. “Saya harap nggak ada lagi musibah kayak gini. Yuk saling ingatkan soal bahaya api,” ujarnya.

Nggak cuma ke warga, dia juga wanti-wanti para camat, lurah, dan kepala kampung buat rajin ingetin warganya. Bisa lewat masjid, gereja, acara kampung, atau pertemuan warga biar imbauan soal bahaya api makin nyampe ke semua orang.

Pemkab Kubar juga mendorong masyarakat buat mulai dari langkah kecil: cek kabel listrik, pastiin alat masak dimatiin, dan jangan tinggalin api tanpa pengawasan. Karena mencegah jauh lebih baik daripada berjuang pas udah kejadian.

Semua pihak diajak kerja sama, dari aparat sampai masyarakat biasa. Biar nggak ada lagi warga yang kehilangan rumah, dan keamanan lingkungan bisa tetap terjaga dari bahaya kebakaran yang bisa datang kapan aja. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih