Kaltimdaily.com, Bola – Borneo FC memulai persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027 dengan melakukan perombakan besar dalam komposisi skuad. Klub berjuluk Pesut Etam itu resmi melepas 12 pemain yang sebelumnya menjadi bagian tim pada musim lalu.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi klub. Dalam unggahan itu, Borneo FC menampilkan sejumlah pemain yang dipastikan tidak lagi memperkuat tim untuk musim mendatang.
Dari total pemain yang dilepas, lima di antaranya merupakan pemain asing. Mereka adalah Ahmad Agung Mohammad Anez, Christophe Nduwarugira, Cleyton Santos, Kaio Nunes, dan Koldo Obieta yang dipastikan berpisah dengan klub setelah berakhirnya musim 2025/2026.
Sementara itu, sejumlah pemain lokal juga tidak masuk dalam rencana tim untuk kompetisi berikutnya. Nama-nama seperti Syahrul Trisna, Mohammad Khanafi, Ikhsannul Zikrak, Daffa Fasya, Alfharezzi Buffon, dan Ardi Idrus termasuk dalam daftar pemain yang dilepas manajemen.
Selain itu, beberapa pemain yang sebelumnya berstatus pinjaman juga dipastikan tidak kembali ke Samarinda setelah masa peminjamannya berakhir. Langkah tersebut menunjukkan adanya evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen terhadap komposisi skuad.
Perombakan besar ini menjadi sinyal bahwa Borneo FC tengah menyiapkan kekuatan baru untuk menghadapi persaingan musim depan. Setelah tampil impresif pada musim lalu, manajemen tampaknya ingin membangun tim yang lebih kompetitif demi mengejar target yang lebih tinggi.
Di tengah pengumuman perpisahan tersebut, perhatian publik tertuju pada nama Mariano Peralta. Pemain yang sukses meraih gelar MVP Super League 2025/2026 itu tidak masuk dalam daftar pemain yang diumumkan berpisah oleh klub.
Padahal sebelumnya, Mariano Peralta telah dipastikan bergabung dengan Persija Jakarta untuk musim depan. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Borneo FC sedang menyiapkan agenda perpisahan khusus sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar sang pemain.
Sepanjang musim lalu, Mariano Peralta menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam permainan Borneo FC. Penampilannya yang konsisten membantu Pesut Etam bersaing di papan atas hingga pekan terakhir kompetisi.
Perbedaan perlakuan juga terlihat dari cara klub mengumumkan kepergian pemain. Jika pemain lain diumumkan secara bersamaan dalam satu unggahan, hingga kini belum ada pengumuman resmi perpisahan khusus untuk Mariano Peralta.
Sementara itu, Persija Jakarta terus menunjukkan keseriusannya membangun tim baru. Klub ibu kota tersebut baru saja memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala dengan kontrak berdurasi tiga tahun.
Dalam acara yang berlangsung di Jakarta International Stadium, Shin Tae-yong turut mendapat pertanyaan mengenai rencana perekrutan pemain anyar. Kehadiran Mariano Peralta menjadi salah satu sinyal awal perubahan besar yang sedang dipersiapkan Persija untuk musim mendatang.
Bagi Borneo FC, perombakan skuad ini menjadi langkah penting untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya kompetisi sepak bola nasional. Evaluasi terhadap pemain dinilai sebagai bagian dari proses membangun tim yang lebih kuat dan seimbang.
Selain mencari pengganti pemain yang hengkang, manajemen juga diperkirakan akan fokus memburu sejumlah nama baru yang mampu meningkatkan kualitas tim di berbagai lini. Aktivitas transfer Borneo FC pun diprediksi akan menjadi perhatian suporter dalam beberapa pekan ke depan.
Dengan fondasi tim yang telah terbentuk dan dukungan besar dari masyarakat Samarinda, Borneo FC tetap diyakini mampu menjadi salah satu kekuatan utama pada musim 2026/2027. Kehadiran wajah-wajah baru nantinya diharapkan mampu membawa Pesut Etam kembali bersaing dalam perebutan gelar juara. (*)

















