banner-sidebar
Bontang

Industri Pengalengan Ikan Bontang Jadi Harapan Baru Nelayan

Avatar
1339
×

Industri Pengalengan Ikan Bontang Jadi Harapan Baru Nelayan

Share this article
Ilustrasi Ikan. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Bontang – Nelayan di Bontang, Kalimantan Timur, lagi-lagi punya harapan besar buat masa depan mereka. Bukan soal kapal baru atau alat pancing canggih, tapi wacana pembangunan pabrik pengalengan ikan yang disebut-sebut bakal bikin hidup mereka lebih tenang. Soalnya, selama ini masalah klasik nelayan tuh sama: hasil tangkapan melimpah, tapi harga malah jatuh bebas.

Ketua Kelompok Nelayan Tanjung Limau, Bakhtiar, cerita kalau kondisi itu bikin banyak nelayan kesulitan. “Kami sangat senang dengan wacana pengembangan industri pengalengan ini. Artinya, harga ikan bisa jadi stabil,” ungkapnya, Sabtu (23/8). Menurutnya, kehadiran industri ini bakal jadi solusi nyata biar harga nggak gampang anjlok lagi.

Bakhtiar bilang, nelayan sering banget terpaksa jual hasil tangkapan ke luar daerah supaya tetap laku. Sementara opsi pengolahan ikan di Bontang masih terbatas banget. Biasanya ikan sisa dijemur jadi ikan kering, tapi prosesnya lama dan pasarnya juga nggak segede ikan segar atau olahan kaleng.

“Kalau ada pengalengan, semangat teman-teman nelayan untuk melaut pasti lebih tinggi, karena ada kepastian pasar yang siap menampung hasil tangkapan mereka,” jelas Bakhtiar.

Nggak cuma itu, para nelayan juga udah siap banget kalau ada investor yang mau buka pabrik di Bontang. Mereka yakin bisa nyuplai bahan baku, soalnya laut sekitar sini emang terkenal melimpah.

Data dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau mencatat, produksi perikanan laut Bontang tembus sekitar 3 juta ton per tahun dengan nilai transaksi Rp50 miliar. Ada sekitar 3.300 rumah tangga nelayan yang hidupnya bener-bener bergantung sama laut. Angka ini nunjukin kalau sektor perikanan di Bontang tuh punya potensi gede banget.

Bakhtiar juga optimis kalau industri pengalengan jalan, otomatis nelayan makin sejahtera. “Kalau harga stabil, keuntungan juga pasti lebih besar. Nelayan jadi semangat melaut karena ada kepastian pasar,” tegasnya.

Sekarang tinggal nunggu langkah nyata dari pemerintah maupun investor. Nelayan Bontang udah pasang badan, tinggal pihak luar yang bergerak biar wacana ini nggak mandek cuma jadi janji manis di atas kertas.

Kalau wacana ini terealisasi, Bontang nggak cuma dikenal sebagai kota industri, tapi juga bisa jadi pusat olahan ikan modern yang punya daya saing nasional bahkan internasional. Potensi besar ini jelas sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Ke depan, sinergi antara nelayan, pemerintah, dan investor bisa jadi kunci sukses buat bikin Bontang naik level sebagai kota maritim modern. Nelayan pun bukan cuma melaut buat cari nafkah, tapi juga ikut andil dalam membangun ekonomi daerah lewat produk olahan yang punya nilai tambah tinggi. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih