Kaltimdaily.com, Bontang – Sebuah truk trailer mengalami kecelakaan di Kilometer 27 Poros Bontang-Samarinda, tepatnya di kawasan Gunung Hantu, pada Selasa (23/9/2025) pagi. Truk tersebut melintang dan menutup hampir seluruh badan jalan, mengakibatkan kemacetan panjang yang mengganggu arus lalu lintas yang biasa dilewati kendaraan menuju Bontang dan Samarinda.
Meski kendaraan kecil masih bisa melintas dengan sistem buka-tutup arus, kendaraan besar seperti truk dan bus terjebak karena hampir seluruh jalan tertutup oleh truk yang terbalik. Anggota DPRD Bontang, Ubaya Bengawan, yang kebetulan melintas, mengabadikan kejadian tersebut dan menginformasikannya melalui media sosial, mengimbau masyarakat agar berhati-hati.
Sejumlah warga setempat langsung turun tangan untuk membantu mengatur lalu lintas dan mencegah antrean kendaraan yang semakin panjang. Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, menjelaskan bahwa truk tersebut kesulitan menanjak, yang akhirnya menyebabkan kendaraan terbalik dan melintang di jalan. Polisi segera menurunkan personel untuk mengurai kemacetan dan mengupayakan evakuasi kendaraan yang terjebak.
Pihak berwenang juga meminta pengendara untuk mencari jalur alternatif sementara waktu, mengingat akses utama di Gunung Hantu tidak dapat dilalui. Polisi berharap proses evakuasi dapat segera diselesaikan agar kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut bisa kembali normal.
Dampak kecelakaan ini cukup signifikan, terutama bagi para pengendara yang melewati jalur utama tersebut, mengingat Gunung Hantu merupakan salah satu rute vital yang menghubungkan Samarinda dan Bontang. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam berkendara, terutama di daerah dengan medan jalan yang menantang.
Polisi dan pihak terkait berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pengendara diminta selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan dan mematuhi rambu lalu lintas, demi keamanan bersama. Selain itu, pihak Pemkot Samarinda dan Bontang juga diharapkan untuk lebih memperhatikan perawatan jalan agar kondisi infrastruktur tetap aman dan dapat mendukung kelancaran arus lalu lintas di masa depan. (*)















