Kaltimdaily.com, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akhirnya buka suara terkait namanya yang sempat disebut dalam sejumlah konten mengenai Aksi 215 yang diarahkan kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Polemik tersebut ramai diperbincangkan publik dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.
Andi Harun menilai ada pihak tertentu yang sengaja membangun opini seolah dirinya memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Rudy Mas’ud. Menurutnya, penyebutan namanya dalam aksi tersebut diduga bukan muncul secara spontan dari peserta aksi.
“Terlihat ada upaya yang sengaja menggiring pertanyaan kepada peserta aksi dengan membawa nama saya,” ujar Andi Harun kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).
Politikus yang dikenal sebagai salah satu figur dekat dengan lingkaran perjuangan Prabowo Subianto itu menegaskan dirinya tidak pernah menggunakan cara-cara politik yang dinilai tidak intelektual maupun tidak fair.
Ia mengaku telah berkecimpung di dunia politik selama puluhan tahun dan selalu mengedepankan etika dalam berkompetisi. Karena itu, Andi Harun menduga ada pihak yang sengaja mencoba mengadu domba dirinya dengan Gubernur Kalimantan Timur.
“Selama kurang lebih 30 tahun saya berpolitik, saya tidak pernah memakai metode yang tidak elegan. Saya menduga ada pihak yang ingin membenturkan saya dengan Pak Gubernur,” tegasnya.
Andi Harun juga memastikan hubungan dirinya dengan Rudy Mas’ud tetap berjalan baik. Ia menilai komunikasi dan koordinasi pemerintahan antara Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih berlangsung harmonis.
Menurutnya, hubungan antarpemimpin daerah harus tetap dijaga demi kepentingan pembangunan dan stabilitas daerah. Ia juga meyakini Rudy Mas’ud akan menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana dan objektif.
Selain itu, Andi Harun menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan dari polemik yang berkembang. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi memecah hubungan antarpejabat daerah.
Ia juga mengingatkan agar aspirasi masyarakat tetap ditempatkan secara murni tanpa ditunggangi kepentingan tertentu. Menurutnya, situasi kondusif di Kalimantan Timur harus dijaga bersama agar tidak terganggu oleh narasi adu domba.
Pernyataan Andi Harun ini sekaligus menjadi penegasan bahwa dinamika politik di daerah seharusnya tidak dimanfaatkan untuk menciptakan konflik antar tokoh. Stabilitas hubungan antara pemerintah daerah dan provinsi dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Timur.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu politik nasional maupun daerah, nama Prabowo Subianto juga kerap dikaitkan dengan figur-figur kepala daerah yang dianggap memiliki kedekatan politik. Namun, Andi Harun menegaskan bahwa dirinya lebih memilih fokus pada pelayanan masyarakat dan pembangunan Kota Samarinda.
Ke depan, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi fakta dan sikap kritis menjadi langkah penting agar ruang publik tidak dipenuhi isu provokatif yang berpotensi memecah persatuan. (*)

















