Kaltimdaily.com, Kubar – Penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kembali mencuat setelah laporan warga setempat yang mengungkapkan aktivitas mencurigakan di sekitar mereka. Ketua RT 05 Kampung Ngeyan Asa, Marcelinus Muklis, mengatakan bahwa laporan ini memicu Kodim 0912/Kubar untuk melakukan penggerebekan terhadap rumah yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba.
Pada 16 November 2025, warga setempat menginformasikan adanya aktivitas mencurigakan di rumah yang ditempati oleh seseorang bernama Jaya. Warga melaporkan bahwa sering terlihat orang dewasa dan remaja keluar masuk rumah tersebut dengan waktu yang tak menentu.
Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa rumah itu digunakan sebagai tempat transaksi narkoba. Selain itu, warga juga memberikan informasi mengenai lokasi lain yang terletak sekitar 75 meter dari rumah Jaya, yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba kedua. Lokasi ini, yang dikelilingi pagar seng, diketahui sering digunakan untuk aktivitas ilegal, dengan transaksi berlangsung hampir setiap malam hingga larut.
Marcelinus Muklis menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk memerangi peredaran narkoba di wilayah mereka. Ia berharap tindakan tegas dari pihak berwenang dapat menghentikan peredaran narkoba yang meresahkan warga, serta melindungi generasi muda dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba. Warga Kampung Ngeyan Asa sangat berharap agar lingkungan mereka dapat kembali aman dan tenteram tanpa gangguan aktivitas ilegal tersebut.
Dengan adanya laporan ini, diharapkan pihak kepolisian dan Kodim 0912/Kubar segera menanggapi dan memberikan solusi yang tepat guna untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat. Tindakan nyata dalam pemberantasan narkoba sangat diperlukan untuk memastikan lingkungan yang lebih aman bagi semua warga, khususnya anak-anak dan remaja yang rentan terpengaruh oleh peredaran narkotika.
Masyarakat pun berharap, dengan penggerebekan ini, mereka dapat kembali merasa aman dan nyaman di rumah mereka masing-masing. (*)

















