banner-sidebar
BontangKubar

Kecelakaan di Sungai Ujoh Alang Kubar, Taksi Air Tenggelam Bawa 28 Penumpang

Avatar
1032
×

Kecelakaan di Sungai Ujoh Alang Kubar, Taksi Air Tenggelam Bawa 28 Penumpang

Share this article
Tim Pencarian. Ft by Polres Kubar

 

Taksi Air Terbalik di Kubar, 8 Penumpang Hilang di Perairan Ujoh Alang

Kaltimdaily.com, Kubar – Sebuah taksi air yang membawa 28 penumpang dilaporkan terbalik di perairan Ujoh Alang, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, Selasa (11/11/2025) dini hari. Akibat peristiwa tersebut, delapan orang dinyatakan hilang dan diduga tenggelam.

Wakapolres Kutai Barat, Kompol Subari, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 00.35 Wita. Kapal diketahui berangkat dari Kecamatan Long Iram menuju salah satu desa di pedalaman dengan membawa penumpang, material bangunan, ban alat berat, dan kendaraan bermotor. Perjalanan sejatinya memakan waktu sekitar dua jam melalui jalur sungai.

Namun baru sekitar 150 meter dari dermaga, kapal mendadak kehilangan keseimbangan dan terbalik. Dugaan sementara, kapal mengalami kelebihan muatan dan melawan arus sungai yang cukup deras. “Kapal overload dan melawan arus, akhirnya oleng dan terbalik,” ujar Kompol Subari, dilansir bekesah.co.

Minimnya perlengkapan keselamatan di kapal membuat penumpang panik dan berupaya menyelamatkan diri masing-masing. Dari total 28 penumpang, 20 orang berhasil selamat, sedangkan delapan lainnya yang terdiri atas satu perempuan dan tujuh laki-laki masih belum ditemukan.

Polres Kutai Barat langsung berkoordinasi dengan BPBD Kubar, Basarnas Kaltim, dan nelayan setempat untuk melakukan pencarian korban. “Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian,” jelas Subari.

Kepala Basarnas Kalimantan Timur, Dody Setiawan, juga memastikan tim penyelamat telah diterjunkan ke lokasi kecelakaan. “Tim kami sedang melakukan operasi pencarian di area sungai,” katanya.

Hingga kini, proses pencarian terhadap delapan korban yang hilang masih berlangsung. Tim gabungan fokus menyisir area sungai menggunakan perahu karet dan alat deteksi bawah air. Kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan ini.

Pemerintah daerah juga berencana mengevaluasi izin operasi kapal sungai di wilayah Kutai Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh operator taksi air mematuhi aturan keselamatan pelayaran, termasuk pembatasan jumlah penumpang dan kelengkapan alat keselamatan. Otoritas berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah perairan pedalaman Kalimantan Timur. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih