banner-sidebar
KubarHealing

Jantur Inar: Surga Tersembunyi Kalimantan, Kubar

Avatar
1174
×

Jantur Inar: Surga Tersembunyi Kalimantan, Kubar

Share this article
Jantur Inar: Surga Tersembunyi Kalimantan, Kubar
Jantur Inar, Kubar, Kalimantan Timur. Ft by Ist

Menyibak Keindahan Alam Jantur Inar

Kaltimdaily.com, Kubar  – Air Terjun Jantur Inar adalah objek wisata alam yang menawan, terletak di Desa Temula, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat. Terletak di tengah hutan lebat, Jantur Inar menyuguhkan keasrian alam yang masih sangat alami dan jauh dari keramaian kota.

Ketinggian curahan air di Jantur Inar mencapai hampir 30 meter. Air jatuh dari tebing dan membentuk kolam alami di dasarnya. Suara gemericik air berpadu dengan kesunyian hutan menciptakan suasana yang menenangkan dan ideal untuk melepas penat.

Fungsi & Manfaat Jantur Inar bagi Komunitas Sekitar

Selain sebagai destinasi wisata, Jantur Inar berperan penting dalam mendukung sektor pertanian dan perikanan lokal. Aliran airnya dipakai sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian masyarakat di sekitarnya.
Ketersediaan air yang bersih dan terbuka juga dimanfaatkan dalam budidaya ikan dan sistem perikanan lokal, sehingga pendapatan masyarakat sekitar turut terdongkrak.

Akses, Rute & Tips Penting

Untuk mencapai lokasi Jantur Inar, pengunjung harus melewati jalur hutan dengan medan yang kadang menantang. Disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau mobil jenis off-road hingga titik tertentu, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki.

Pengunjung diimbau mempersiapkan perlengkapan seperti alas kaki yang kokoh, obat nyamuk, air minum, dan kamera tahan lembap. Hindari mendekat ke tebing saat hujan karena batuan licin bisa membahayakan keselamatan.

Kehadiran Jantur Inar menawarkan pengalaman menikmati alam liar yang masih asli — jauh dari hiruk-pikuk, tapi penuh dengan keindahan yang suasananya magis dan menyejukkan jiwa. Tempat ini sangat ideal bagi pecinta alam, fotografer alam, atau siapa pun yang butuh rehat sejenak dari rutinitas kota.

Di masa depan, pengelola lokal merencanakan pengembangan sarana pendukung wisata yang lebih ramah lingkungan: jalur trekking edukatif, spot observasi satwa, serta program konservasi bersama warga. Dengan langkah itu, Jantur Inar dapat terus lestari sambil mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih