Kaltimdaily.com, Kubar – Peran guru emang nggak bisa dipandang sebelah mata, soalnya mereka jadi ujung tombak buat lahirin generasi penerus bangsa. Tapi sayangnya, di balik jasa besar itu masih ada cerita pilu, khususnya buat guru honorer di sekolah swasta yang kesejahteraannya belum seimbang.
Nah, di momen HUT ke-80 RI, harapan besar muncul dari para guru swasta di Kubar biar pemerintah kasih kesempatan yang lebih fair, terutama soal pengangkatan jadi ASN PPPK atau bahkan PNS.
Contoh aja kayak cerita tiga guru honorer di Kubar, yaitu Lelyka, Nadea, sama Karlina. Mereka udah hampir lima tahun ngajar, tapi belum sekalipun dapet peluang buat ikutan seleksi ASN PPPK. Tahun lalu malah makin nyesek, kuotanya keburu penuh sebelum mereka sempat daftar. Akhirnya, harapan buat dapet kepastian status harus tertunda lagi.
Dilansir dari RRI.co.id (18/8/2025), Lelyka yang ngajar di SD Kreatif Cendekia nggak nutupin rasa kecewanya. Menurutnya, aturan yang cuma ngasih fokus ke guru honorer di sekolah negeri itu kurang adil. “Kecewa, seharusnya guru swasta juga bisa ikut tes PPPK bareng-bareng sama guru negeri. Tapi tahun lalu kami nggak dapat kesempatan itu,” curhatnya.
Lelyka juga ngegas kalau guru swasta tuh sama aja berjuang keras buat mencerdaskan anak bangsa. Jadi udah sepantasnya mereka dikasih peluang yang sama buat ikut seleksi ASN PPPK atau PNS. Buatnya, status ASN itu nggak cuma sekadar gaji, tapi juga bentuk penghargaan buat pengabdian para guru yang udah lama ngasih tenaga dan pikiran.
Sekarang, harapan mereka tertuju ke Presiden biar suara guru swasta di Kubar bisa didengar. Mereka pengin momentum HUT RI ini jadi titik balik, biar pemerintah kasih kebijakan yang lebih seimbang antara guru negeri dan swasta.
Kalau perhatian serius bener-bener turun dari pemerintah, para guru honorer swasta di Kubar yakin kualitas pendidikan bisa makin merata. Soalnya, pada akhirnya guru—mau di sekolah negeri atau swasta—punya misi yang sama: mencerdaskan anak bangsa tanpa pandang bulu.
Dan kalau kondisi ini beneran terwujud, dampaknya bakal luar biasa. Bukan cuma kesejahteraan guru yang makin terjamin, tapi juga kualitas belajar anak-anak di Kubar makin naik level. Jadi, suara para guru swasta ini emang pantas banget buat diseriusin, demi masa depan pendidikan yang lebih adil dan merata di Indonesia. (*)















