banner-sidebar
ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

DPRD Samarinda Soroti Revisi Batas Usia Kerja

Avatar
726
×

DPRD Samarinda Soroti Revisi Batas Usia Kerja

Share this article
DPRD Samarinda Soroti Revisi Batas Usia Kerja
Suasana Job Fair. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda lagi serius bahas revisi Perda Nomor 4 Tahun 2014 soal Ketenagakerjaan, nih! Revisi ini jadi penting banget karena menyesuaikan dengan terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Nomor 6 Tahun 2023) yang lagi jadi bahan obrolan di dunia kerja.

Salah satu poin yang bikin rame adalah soal batas usia kerja. Banyak yang mulai mempertanyakan kenapa usia kerja sering dibatasi, padahal gak semua orang di atas 50 itu gak produktif. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, bilang kalau wacana penghapusan batas usia kerja ini muncul setelah Wakil Menteri Ketenagakerjaan buka suara soal kebijakan baru.

“UU Cipta Kerja kasih ruang buat fleksibilitas usia kerja. Tapi, di daerah, kita butuh regulasi yang lebih jelas dan gak asal tafsir doang,” ujar Novan.

Menurut aturan nasional, usia kerja minimal itu 15 tahun atau 13 tahun untuk kerja ringan. Tapi batas maksimalnya? Gak jelas. Inilah yang bikin DPRD Samarinda mikir buat ngegas revisi Perda biar gak asal pukul rata soal usia.

Novan juga nyinggung standar dunia kerja yang kadang diskriminatif. Banyak perusahaan anggap orang di atas 50 itu udah gak bisa kerja maksimal. Padahal, kenyataannya gak gitu. Berdasarkan data dari BPS, usia produktif itu 15 sampai 64 tahun.

“Kalau kita tetap ngeyel nentuin batas usia secara kaku, justru bisa matiin peluang kerja buat mereka yang masih kuat dan punya pengalaman segudang,” lanjut Novan.

Revisi Perda ini juga bukan sekadar ikut-ikutan UU Cipta Kerja, tapi juga pengen bikin aturan ketenagakerjaan yang lebih fleksibel, adil, dan pastinya pro-rakyat. Biar gak ada lagi yang merasa dikucilkan cuma karena usianya lewat dari angka tertentu.

Apalagi, Kementerian Ketenagakerjaan juga udah ngeluarin Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/V/2025 yang ngelarang diskriminasi saat rekrutmen kerja. Termasuk soal persyaratan usia. Jadi, kalau gak ada alasan kuat dan logis, perusahaan gak boleh ngebatesin usia pelamar kerja sembarangan.

Dalam SE itu dijelaskan, syarat usia cuma boleh diterapkan kalau pekerjaan itu emang butuh kemampuan fisik tertentu. Dan tetap gak boleh bikin orang kehilangan peluang kerja. Bahkan buat penyandang disabilitas, aturan larangan diskriminasi ini juga berlaku sama.

Surat ini juga ngajak para Gubernur buat nyebarin edaran tersebut ke Bupati/Walikota biar semua pihak bisa jalan bareng.

Dengan adanya revisi ini, harapannya batas usia kerja gak lagi jadi penghalang buat mereka yang masih semangat kerja dan punya kontribusi besar. DPRD Samarinda pengen buktiin kalau usia bukan patokan tunggal, tapi semangat, kemampuan, dan loyalitas tetap jadi yang utama.

Ke depannya, semoga regulasi baru ini bikin dunia kerja di Samarinda makin inklusif dan adil. Karena semua orang, apapun usianya, punya hak buat tetap berkarya dan dapet penghidupan yang layak. (ADV/DPRDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih