banner-sidebar
DPRD SamarindaSamarinda

Iswandi Tekankan Peran DPRD Samarinda Dukung UMKM dan Atasi Isu Beras Oplosan

Avatar
1119
×

Iswandi Tekankan Peran DPRD Samarinda Dukung UMKM dan Atasi Isu Beras Oplosan

Share this article
Ketua Komisi II DPRD kota Samarinda, Iswandi. Ft by Yana

Kaltimdaily.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, kasih penegasan kalau acara Bazar & Pasar Murah di halaman parkir DPRD, Kamis (28/8/2025).

Bukan cuma buat seru-seruan HUT ke-80 RI, tapi juga bentuk nyata dukungan ke UMKM lokal dan cara buat bantu warga di tengah harga sembako yang lagi tinggi.

“Acara ini lebih banyak melibatkan internal Sekretariat DPRD. Ada sekitar 30 tenant UMKM dan beberapa distributor bahan pokok yang ikut. Jadi harapannya staf maupun masyarakat bisa belanja dengan harga miring, apalagi saat harga beras lagi naik,” kata Iswandi.

Nggak berhenti di situ, DPRD Samarinda juga udah siapin agenda lanjutan besok (29/8), mulai dari jalan santai, senam bareng, sampai berbagai lomba seru.

Siangnya, ada rapat bareng asosiasi pedagang beras buat ngebahas isu beras oplosan yang sempat bikin warga resah.

“Isu beras oplosan ini jangan cuma jadi gosip. Kita panggil pedagang dan pihak terkait biar masalah ini dibahas serius,” tegas Iswandi.

Politisi PDIP ini juga ngingetin soal tantangan sektor pertanian di Samarinda. Dengan lahan cuma sekitar 1.300 hektare, menurutnya mustahil Samarinda bisa mandiri pangan kalau masih pakai cara lama.

“Kalau cara konvensional, petani paling cuma panen sekali setahun. Dengan teknologi, hasil bisa lebih maksimal walau lahan terbatas. Itu yang lagi kami dorong,” jelasnya.

Soal wacana transmigrasi besar-besaran dari Jawa ke Kalimantan, Iswandi blak-blakan bilang Samarinda udah nggak punya lahan cukup.

“Samarinda lahan sempit, tanah juga mahal. Jadi kurang pas kalau jadi tujuan transmigrasi. Kota ini sejak dulu lebih dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa,” ujarnya.

Selain itu, dia juga tekankan posisi strategis Samarinda di tengah Kaltim, yang diapit Balikpapan, Kukar, Kutim, dan Bontang.

Balikpapan punya pelabuhan laut dan udara, sementara Samarinda ada di titik tengahnya. Jadi identitas Samarinda sebagai kota dagang dan jasa harus diperkuat terus, termasuk lewat sektor pariwisata dan industri,” tambah Iswandi.

Dengan langkah-langkah ini, DPRD Samarinda berharap bisa terus jadi jembatan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Apalagi dengan bazar murah serta dukungan buat UMKM, kehadiran DPRD makin dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Ke depan, tantangan Samarinda memang cukup besar, tapi kalau sektor dagang, jasa, dan UMKM dikelola serius, Kota Tepian bisa makin mantap jadi pusat ekonomi di Kaltim.

Identitas kota dagang dan jasa pun bisa terus diperkuat, sejalan dengan perkembangan pariwisata dan industri yang makin berkembang pesat. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih