Kaltimdaily.com, Entertain – Kreator konten dan podcaster Deddy Corbuzier mengungkapkan rasa kecewa dan keprihatinannya terkait kisah kakek penjual es gabus asal Bogor yang sempat viral di media sosial. Kakek tersebut awalnya mendapatkan simpati luas setelah dituduh menjual es berbahan spons, yang kemudian memicu dukungan dari banyak warganet dan tokoh publik.
Namun, simpati itu berubah menjadi kekecewaan setelah Deddy mengetahui fakta yang berbeda. Dalam unggahan video di akun media sosial pribadinya, Deddy mengungkapkan bahwa cerita kemalangan kakek tersebut diduga tidak sepenuhnya benar. Penjelasan tersebut diperoleh setelah Deddy berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Deddy menyampaikan bahwa KDM mengirimkan pesan langsung berisi video dan penjelasan terkait pertemuannya dengan sang kakek. Dalam video tersebut, terungkap sejumlah pernyataan yang dianggap tidak sesuai dengan fakta, khususnya terkait bantuan yang diterima serta kondisi ekonomi sebenarnya dari penjual es gabus itu setelah tuduhan fitnah mencuat.
Dalam video yang dibagikan, Deddy terlihat menahan emosi dan menyampaikan kekecewaan secara terbuka. Awalnya, Deddy merasa tersentuh dengan kisah tersebut dan bahkan sempat bersikap keras terhadap pihak-pihak yang dianggap memfitnah sang kakek. Namun, setelah mendengar penjelasan langsung dari KDM, pandangannya berubah. Ia merasa bahwa publik, termasuk dirinya, telah digiring ke narasi yang tidak sepenuhnya jujur.
Deddy menilai kejadian ini memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi viral di media sosial tanpa verifikasi lebih lanjut. Ia menekankan bahwa empati adalah hal yang penting, tetapi harus disertai dengan sikap kritis dan kehati-hatian agar tidak terjebak dalam narasi yang keliru.
Kejujuran, menurut Deddy, harus menjadi prinsip utama, terutama ketika berkaitan dengan bantuan dan solidaritas publik.
Kasus ini mencuri perhatian karena melibatkan figur publik, pejabat daerah, dan opini warganet. Deddy berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan menjadi pengingat bahwa viralitas tidak selalu sejalan dengan kebenaran. Ia mengimbau agar publik lebih bijaksana dalam menanggapi kisah-kisah yang mengundang simpati, agar niat baik tidak berakhir dengan kekecewaan.
Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya verifikasi sebelum memberikan dukungan. Deddy mengingatkan bahwa dalam dunia yang semakin dipenuhi informasi viral, sikap kritis harus diprioritaskan agar tidak ada pihak yang dirugikan akibat informasi yang tidak terverifikasi. (*)















