banner-sidebar
Kubar

Budaya Lokal Kubar Tetap Hidup, Bupati Frederick & Wabup Nanang Hadiri Ritual Adat

Avatar
796
×

Budaya Lokal Kubar Tetap Hidup, Bupati Frederick & Wabup Nanang Hadiri Ritual Adat

Share this article
Bupati Kubar. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kubar – Kubar lagi-lagi nunjukin kalau budaya lokal masih jadi nyawa kehidupan masyarakat. Senin (25/8/2025), Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin bareng Wakil Bupati Nanang Andriani hadir langsung di prosesi ritual adat di Jantur Gemuruh, RT 3 Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat. Kedatangan keduanya disambut dengan tarian adat yang bikin suasana tambah meriah sebelum diarahkan ke lokasi utama acara.

Begitu sampai di arena, Bupati dan Wabup duduk di atas pantiq (panggung adat) buat ikutan prosesi ritual sakral ala masyarakat Tunjung dan Benuaq. Ritual ini bukan cuma seremoni, tapi punya makna dalam. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kubar, Seki, bilang kalau prosesi adat ini bentuk penghormatan pada leluhur sekaligus doa supaya kehidupan masyarakat diberi berkah dan dijauhkan dari marabahaya.

Seki yang juga tokoh masyarakat Kubar, menegaskan kalau tradisi ini bagian penting dari budaya Tunjung dan Benuaq. Selain ungkapan syukur, tujuan utamanya biar masyarakat tetap dapat restu leluhur. Ia juga salut sama semangat warga yang kompak gotong royong bikin acara ini sukses.

Bupati Frederick Edwin pun tegas ngomongin komitmen Pemkab Kubar soal pelestarian budaya. Menurutnya, adat dan tradisi adalah warisan leluhur yang wajib dijaga supaya nggak punah dimakan zaman. Kehadirannya bareng Wabup jadi bukti kalau pemerintah benar-benar dukung keberlangsungan budaya lokal.

“Tradisi seperti ini adalah aset berharga. Pemerintah daerah bertekad menjaganya agar terus diwariskan ke generasi berikutnya,” ucap Frederick.

Ritual adat Tunjung dan Benuaq ini nggak cuma jaga spiritualitas, tapi juga bikin masyarakat makin solid dalam kebersamaan. Kegiatan kayak gini jadi bukti nyata kalau Kutai Barat serius mempertahankan kearifan lokal di tengah derasnya modernisasi. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, budaya leluhur dipercaya bakal terus bertahan dan jadi kebanggaan Kubar.

Lebih jauh, keberadaan ritual adat di Kubar juga punya potensi besar buat jadi daya tarik wisata budaya. Kalau dikemas dengan baik, tradisi ini bisa ngenalin identitas asli Kubar ke masyarakat luar sekaligus nambah pemasukan daerah.

Ke depan, warga berharap ritual adat Tunjung dan Benuaq terus digelar secara rutin biar makin banyak generasi muda yang kenal, bangga, dan mau ikut ngelanjutin budaya ini. Dengan begitu, Kubar nggak cuma dikenal kaya sumber daya alam, tapi juga jadi daerah yang kuat menjaga jati diri lewat budaya leluhurnya. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih