banner-sidebar
KaltimKutai TimurSamarinda

BBPJN Kaltim Kebut Preservasi Ruas Muara Wahau–Kelay, Pemeliharaan Rutin Terus Dilakukan

Avatar
15
×

BBPJN Kaltim Kebut Preservasi Ruas Muara Wahau–Kelay, Pemeliharaan Rutin Terus Dilakukan

Share this article
Proses pengerjaan oleh PPK 2.5 BBPJN Kaltim

Kaltimdaily.com, SAMARINDA– Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II terus mengintensifkan pekerjaan preservasi pada ruas Simpang 3 Muara Wahau – Batas Berau/Kutai Timur – Kelay. Selain pekerjaan utama, pemeliharaan rutin juga terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi jalan agar tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat.

Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Simpang 3 Muara Wahau – Batas Berau/Kutim – Kelay memiliki nilai kontrak sekitar Rp203 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025–2027. Kontrak pekerjaan dimulai pada 17 Desember 2025 dengan panjang penanganan efektif mencapai 17,2 kilometer.

Lingkup pekerjaan mencakup rekonstruksi jalan, rehabilitasi jalan, penanganan titik longsor, pemeliharaan berkala jembatan, hingga pemeliharaan rutin jalan yang dilaksanakan secara berkesinambungan selama masa kontrak.

PPK 2.5 BBPJN Kalimantan Timur, Syafrizal Haris, mengatakan kegiatan pemeliharaan rutin merupakan bagian penting dari kontrak preservasi untuk menjaga kondisi ruas jalan tetap dalam tingkat pelayanan yang baik.

“Pemeliharaan rutin terus kami laksanakan sebagai upaya mengembalikan kondisi jalan agar tetap laik fungsi. Pada ruas ini masih terdapat cukup banyak titik yang mengalami kerusakan berupa lubang, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar,” ujar Syafrizal Haris.

Ia menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan yang sedang berlangsung meliputi penambalan jalan (patching) menggunakan campuran aspal panas, perbaikan bahu jalan, serta pengendalian tanaman di sepanjang koridor jalan nasional.

Menurutnya, seluruh pekerjaan tersebut akan terus dilaksanakan hingga masa kontrak berakhir sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kemantapan jalan nasional.

“Selain pekerjaan utama seperti rekonstruksi dan rehabilitasi, pemeliharaan rutin menjadi langkah preventif untuk mempertahankan kualitas jalan. Dengan kondisi jalan yang terpelihara, keselamatan pengguna jalan meningkat dan konektivitas antarwilayah tetap terjaga,” katanya.

Ruas Simpang 3 Muara Wahau–Kelay merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Keberadaan ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di kawasan utara Kalimantan Timur.

Syafrizal juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi pekerjaan dan mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang di area proyek.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi pekerjaan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan berlangsung. Semua ini dilakukan demi menghadirkan jalan yang lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” tutupnya.(*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih