banner-sidebar
Bontang

Berau Siaga Polusi Udara: Disdik Wajibkan Masker, Bupati Serukan Gotong Royong Hadapi Karhutla

Avatar
755
×

Berau Siaga Polusi Udara: Disdik Wajibkan Masker, Bupati Serukan Gotong Royong Hadapi Karhutla

Share this article
Masker. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Berau – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/2978/Umpeg-disdik pada Kamis, 20 Agustus 2026, sebagai respons terhadap memburuknya kualitas udara akibat cuaca ekstrem El Nino dan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Edaran ini mewajibkan seluruh siswa dan tenaga pendidik di wilayah tersebut untuk mengenakan masker.

Penyebaran karhutla di berbagai wilayah Berau, Kalimantan Timur, menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi gangguan kesehatan pernapasan. Pemerintah Kabupaten Berau, melalui instruksi ini, menunjukkan perhatian khusus terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar yang tetap aktif di tengah ancaman polusi udara.

Instruksi penggunaan masker ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD/MI, hingga SMP/MTs se-Kabupaten Berau. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan polusi udara di lingkungan sekolah.

Dalam surat edaran tersebut, Disdik Berau menetapkan tiga poin utama yang harus dipatuhi oleh pihak sekolah:

Seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, wajib mengenakan masker baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar ruangan dihentikan sementara waktu.
Siswa diwajibkan membawa botol minum (tumbler) berisi air putih untuk mencegah dehidrasi, mengingat suhu udara yang tinggi.

Karhutla Meluas, Bupati Berau Ajak Semua Pihak Bersinergi

Di lapangan, situasi karhutla semakin mengkhawatirkan. Kenaikan suhu udara yang mencapai 38 derajat Celsius mempercepat penyebaran titik api.

Beberapa area rawan yang terdampak karhutla antara lain Km 9 Jalan Poros Labanan, Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, serta lahan semak dan ilalang kering di Kilometer 9 Kecamatan Kelay.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana ini.

Saat meninjau langsung upaya pemadaman di Kecamatan Kelay bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Selasa, 18 Agustus 2026, Bupati Sri Juniarsih Mas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kondisi saat ini sangat kering dan panas, sehingga api bisa dengan cepat menyebar ke berbagai arah,” tegas Bupati Sri Juniarsih Mas, mengingatkan akan bahaya yang mengintai.

Kondisi karhutla yang meluas ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama mengingat keterbatasan sarana pemadam kebakaran.

“Keterbatasan sarana pemadam membuat penanganan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan dukungan bersama dari dunia usaha, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Bupati Sri Juniarsih Mas, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan ini. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih