Kaltimdaily.com, Paser – Seorang warga Long Ikis, Paser, Kalimantan Timur, bernama Indah, curhat soal susahnya cari BBM jenis Pertalite dan Pertamax di daerahnya. Curhatan ini makin viral setelah video antrian panjang di salah satu SPBU beredar luas dan diunggah oleh kaltimdaily.com.
Dalam video itu, motor dan mobil antre mengular cuma buat dapetin beberapa liter BBM. Indah bilang, kondisi ini bikin warga frustrasi karena harus rela antre berjam-jam, dan kadang pulang dengan tangan kosong karena BBM-nya keburu habis.
Yang lebih nyesek lagi, gara-gara kelangkaan ini, harga BBM eceran melonjak gila-gilaan. Biasanya cuma Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu per liter, sekarang bisa tembus sampai Rp 20 ribu. “Kalau terus begini, kita yang di daerah makin tercekik,” ujar Indah.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan cari solusi konkret. Soalnya kalau dibiarkan terus, dampaknya bisa kemana-mana, dari transportasi sampai harga bahan pokok yang bisa ikut naik.
Masalah kelangkaan BBM di daerah bukan cuma soal distribusi, tapi juga soal perhatian. Warga Long Ikis merasa kayak dianak-tirikan. Padahal mereka juga punya hak yang sama untuk dapetin akses energi dengan harga wajar.
Kalau gak segera dibenahi, kelangkaan ini bisa jadi bom waktu. Pemerintah harus buka mata dan telinga, jangan cuma fokus ke kota besar. Daerah juga butuh sentuhan dan kebijakan yang berpihak ke rakyat kecil. (RY)















