Kaltimdaily.com, PPU – Penguatan infrastruktur penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipacu melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
Terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan dukungan pendanaan untuk pembangunan Jembatan Sungai Riko di Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Dinas PUPR Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengungkapkan bahwa komitmen pendanaan dari Kementerian PU telah dikonfirmasi. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten PPU juga telah menyiapkan anggaran awal guna mendukung tahap perintisan proyek di wilayah Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam.
Pembangunan jembatan di PPU ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang kompleks, mengingat kondisi geografis kawasan yang didominasi lahan rawa. Jembatan utama direncanakan memiliki panjang sekitar 500 meter, dilengkapi dengan jalan pendekat sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Infrastruktur tersebut akan terhubung langsung dengan akses jalan menuju Jembatan Pulau Balang, yang menjadi jalur penting penghubung ke kawasan inti IKN. Kehadiran Jembatan Sungai Riko di PPU diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa proyek ini memiliki peran strategis bagi daerah. Selain memperpendek jarak menuju kawasan Sepaku sebagai pusat IKN, jembatan ini juga akan membuka akses ekonomi di kawasan industri Buluminung serta Pelabuhan Benuo Taka.
Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi daerah berisiko tidak berkembang optimal. Oleh karena itu, pembangunan Jembatan Sungai Riko menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan wilayah PPU.
Proyek ini juga diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah di PPU, mulai dari Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung, hingga pusat pemerintahan di Kecamatan Penajam. Konektivitas tersebut dinilai penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Dengan target pembangunan IKN yang terus berjalan, kesiapan infrastruktur di PPU menjadi faktor krusial. Jembatan Sungai Riko diharapkan tidak hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah di PPU diharapkan semakin kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Kolaborasi ini menjadi kunci agar berbagai proyek prioritas dapat terealisasi tepat waktu.
Dengan hadirnya Jembatan Sungai Riko, PPU berpeluang besar mengambil peran lebih aktif dalam mendukung perkembangan IKN.
Infrastruktur yang memadai akan membuka peluang investasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)

















