banner-sidebar
IKNPPU

Kabar IKN: Lansia Tewas di Sungai, Diduga Jadi Korban Serangan Buaya

Avatar
1070
×

Kabar IKN: Lansia Tewas di Sungai, Diduga Jadi Korban Serangan Buaya

Share this article
Korban saat dievakuasi. Ft by ist

Kaltimdaily.com, IKN – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Seorang pria lanjut usia bernama Jikram (65) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan mengapung di Sungai Sepaku pada Minggu (5/4/2026) dan diduga kuat menjadi korban serangan buaya.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengungkapkan bahwa penemuan jasad bermula dari laporan warga yang sedang beraktivitas di kebun sekitar lokasi. Sekitar pukul 08.45 Wita, warga melihat tubuh mengapung di sungai dengan ciri-ciri yang sesuai dengan korban yang hilang.

Saat dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, terutama di bagian leher dan pergelangan tangan kanan. Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya serangan satwa liar.

Kronologi kejadian bermula pada Sabtu (4/4/2026) pagi sekitar pukul 05.30 Wita. Korban diketahui berangkat menuju kebunnya untuk menyadap karet, seperti rutinitas harian yang biasa dilakukan.

Menurut keterangan keluarga, korban umumnya telah kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 Wita. Namun hingga waktu tersebut berlalu, korban tidak kunjung pulang, sehingga keluarga mulai merasa khawatir dan melakukan pencarian secara mandiri.

Pencarian awal dilakukan oleh keluarga bersama warga dengan menyisir area kebun, hutan, hingga bantaran sungai di sekitar lokasi. Karena tidak membuahkan hasil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada BPBD PPU pada Sabtu siang sekitar pukul 14.27 Wita.

Menerima laporan tersebut, tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif. Upaya pencarian dilakukan melalui jalur darat serta menyusuri aliran sungai menggunakan perahu.

Pada hari pertama pencarian, tim hanya menemukan sejumlah barang milik korban yang tertinggal di pondok kebun, seperti telepon genggam, rokok, dan topi. Pencarian kemudian dilanjutkan hingga keesokan harinya.

Memasuki hari kedua, jasad korban akhirnya ditemukan sekitar 150 meter dari titik awal dilaporkan hilang. Berdasarkan hasil analisis di lapangan, korban diduga diserang buaya saat berada di tepi sungai, kemungkinan ketika hendak mengambil air.

Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta dibantu masyarakat setempat. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Insiden ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang tinggal di kawasan IKN dan sekitarnya, terutama yang beraktivitas di dekat aliran sungai.

Ke depan, kewaspadaan terhadap potensi bahaya satwa liar perlu terus ditingkatkan, mengingat wilayah IKN masih memiliki ekosistem alami yang menjadi habitat berbagai hewan, termasuk buaya. Edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan di area perairan menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat, dan warga diharapkan semakin diperkuat dalam sistem mitigasi risiko. Dengan langkah preventif yang lebih baik, aktivitas masyarakat di kawasan IKN dapat berjalan lebih aman tanpa mengabaikan potensi ancaman dari lingkungan sekitar. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih