Kaltimdaily.com, Pekanbaru – 6 hari perjuangan ratusan pebulutangkis muda dari berbagai daerah akhirnya mencapai puncaknya. Pada penutupan Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Minggu (12/7/2026), sebanyak 15 atlet muda dinyatakan berhak membawa pulang Super Tiket, tiket istimewa yang mengantarkan mereka ke tahap karantina dan pembinaan lanjutan di Kudus, Jawa Tengah.
Dari total tersebut, 6 atlet lolos melalui jalur juara turnamen, sementara 9 lainnya memperoleh Super Tiket Tambahan setelah dinilai memiliki kualitas teknik, mental bertanding, dan potensi berkembang oleh Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menilai Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru berlangsung sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun kualitas peserta yang tampil.
“Sumatera kembali membuktikan diri sebagai salah satu lumbung talenta bulu tangkis Indonesia. Selama 6 hari audisi berlangsung, para peserta memperlihatkan kemampuan teknik yang baik, semangat juang tinggi, serta mental bertanding yang menjadi modal penting untuk berkembang hingga level internasional,” urainya.
Yoppy mengatakan, lahirnya atlet-atlet potensial dari berbagai daerah menjadi kabar baik bagi proses regenerasi bulu tangkis nasional yang selama ini terus dijaga PB Djarum.
Ia mengingatkan para penerima Super Tiket agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, tiket menuju Kudus hanyalah awal dari perjalanan panjang yang membutuhkan kerja keras, disiplin, dan konsistensi apabila ingin menjadi atlet dunia.
“Bagi peserta yang belum berhasil, jangan menyerah. Kesempatan masih terbuka pada audisi berikutnya di Makassar maupun Kudus,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengungkapkan kualitas peserta tahun ini sesuai dengan harapan tim pencari bakat.
Bahkan, terdapat sejumlah atlet kidal yang menjadi perhatian khusus karena dinilai memiliki karakter permainan berbeda dan berpotensi menjadi aset penting bagi bulu tangkis Indonesia di masa depan.
“Semakin banyaknya daerah yang mampu melahirkan atlet potensial menunjukkan ekosistem pembinaan bulu tangkis nasional terus berkembang,” terangnya.
Seluruh atlet terpilih nantinya akan digabungkan dalam satu program karantina intensif di Kudus, di mana kemampuan teknik, fisik, mental, hingga karakter mereka akan diuji sebelum resmi bergabung bersama PB Djarum.
Salah satu cerita menarik datang dari Jayden Octave Tiolando asal Siak, Riau. Atlet kategori KU-11 putra itu sukses mengamankan Super Tiket usai mengalahkan Nathan Alfariqi Aldyhara dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-18. Kemenangan Jayden menjadi bukti kecerdasan membaca permainan mampu mengalahkan keunggulan fisik lawan.
Sempat tertinggal awal pertandingan akibat kehilangan fokus, Jayden akhirnya mengubah strategi sesuai arahan pelatih. Menghadapi lawan yang memiliki postur lebih tinggi dan pukulan lebih keras, ia memilih mengandalkan permainan netting, drop shot, serta variasi smash untuk memancing lawan keluar dari ritme permainan.
Jayden mengaku sangat terharu karena sejak awal memang memiliki impian bergabung bersama PB Djarum. Menurutnya, fasilitas latihan dan sistem pembinaan yang dimiliki klub tersebut menjadi alasan utama dirinya ingin berkembang menjadi atlet kelas dunia.
Di sektor putri, Chelsea Amanda asal Deli Serdang, Sumatera Utara, berhasil menjadi yang terbaik setelah menundukkan Rayya Aufa Tanjung dengan skor 21-15 dan 21-13. Meski tampil dominan di partai final, atlet PB Indocafe Medan itu justru memilih mengevaluasi penampilannya sendiri.
Chelsea mengaku masih memiliki pekerjaan rumah, terutama meningkatkan kecepatan pergerakan kaki saat mengejar bola-bola pendek di depan net.
Baginya, kemenangan di Pekanbaru bukan akhir perjalanan. Ia kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat, yakni menjalani karantina selama empat minggu jauh dari kedua orang tuanya.
Namun, Chelsea mengaku siap menjalani kehidupan mandiri demi mewujudkan impian menjadi atlet PB Djarum dan suatu hari nanti tampil membawa nama Indonesia di panggung internasional.
Suasana paling emosional terjadi saat pengumuman Super Tiket Tambahan. Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari, atlet cilik asal Pekanbaru yang akrab disapa Bibel, tak kuasa menahan tangis ketika namanya dipanggil. Sebelumnya ia sempat mengira mimpinya telah berakhir setelah tersingkir pada babak perempat final.
Namun penampilan penuh semangat dan teknik bermain yang dinilai menjanjikan membuat legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, bersama Tim Pencari Bakat Putri memutuskan memberikan kesempatan kepada Bibel untuk mengikuti karantina di Kudus.
Pebulutangkis yang baru berusia delapan tahun itu mengaku tak menyangka masih memperoleh kesempatan. Ia berjanji akan bekerja lebih keras dan terus berdoa agar suatu hari mampu mengharumkan nama Indonesia melalui bulu tangkis.
Kisah inspiratif lainnya datang dari Ray Ethan Jourell, satu-satunya wakil Jambi yang berhasil membawa pulang Super Tiket Tambahan. Ray sebelumnya gagal melaju ke final setelah kalah dalam duel tiga gim yang melelahkan pada babak semifinal.
Sempat kecewa karena gagal menjadi juara, semangatnya kembali bangkit ketika Tim Pencari Bakat mengumumkan dirinya sebagai salah satu atlet yang tetap dinilai layak melanjutkan perjalanan menuju Kudus.
Pengagum Kevin Sanjaya Sukamuljo itu menganggap Super Tiket Tambahan sebagai kesempatan kedua yang tidak akan disia-siakan. Ia bertekad meningkatkan kualitas latihan agar mampu menjadi bagian dari PB Djarum.
Setelah sukses menggelar audisi di Pekanbaru, rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 akan berlanjut ke Makassar pada Agustus mendatang. Para atlet muda terbaik dari berbagai daerah kembali akan bersaing memperebutkan tiket menuju Kudus, tempat di mana mimpi menjadi atlet bulu tangkis profesional mulai ditempa secara serius.(*)









