banner-sidebar
ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

Banjir Samarinda Bakal Ditangani Serius, Ini Strategi Barunya

Avatar
854
×

Banjir Samarinda Bakal Ditangani Serius, Ini Strategi Barunya

Share this article
Banjir Samarinda Bakal Ditangani Serius, Ini Strategi Barunya
Banjir di Samarinda. Ft by Dtk

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda bareng DPRD lagi serius banget nyari solusi jangka panjang buat banjir yang terus-terusan jadi masalah warga.

Kali ini gak cuma andelin pengerukan sungai aja, tapi mau bangun pintu air modern dan normalisasi sungai, biar banjir bisa dikendalikan dari hulu sampai hilir.

Fokusnya ada di dua sungai utama: Mahakam dan Karang Mumus. Kedua sungai ini emang sering banget meluap pas musim hujan, dan menurut DPRD, butuh lebih dari sekadar penanganan darurat.

Dalam rapat bareng DPRD dan Pemkot beberapa hari lalu, pembangunan pintu air di Sungai Karang Mumus jadi topik utama.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Yusrul Hana, bilang program ini udah masuk rencana jangka panjang Pemkot dan didorong supaya gak cuma jadi wacana.

“Pintu air ini nanti fungsinya ganda, bisa nahan air sungai waktu pasang, tapi juga gak bikin air hujan tertahan di kota. Konsepnya mirip kayak yang udah dipakai di Pantai Indah Kapuk, Jakarta,” jelas Yusrul, baru-baru ini.

Biayanya? Gede banget! Rp600 miliar sampai Rp700 miliar. Karena APBD Samarinda gak akan kuat nanggung semua, Pemkot udah ajukan permintaan bantuan ke Kementerian PUPR.

“Kalau cuma ngandelin anggaran daerah, gak bakal cukup. Harus melibatkan pusat dan kementerian teknis juga,” tegas Yusrul.

Selain bangun pintu air, normalisasi sungai juga gak kalah penting. Soalnya endapan lumpur dan penyempitan aliran bikin air makin gampang meluap ke permukiman warga.

DPRD mengharuskan agar proyek ini gak berhenti di atas kertas aja, tapi bener-bener jadi prioritas utama yang terus dikawal sampai tuntas. Apalagi banjir di Samarinda udah berdampak besar ke kehidupan sosial dan ekonomi warga.

“Kalau kita serius mau selesaiin masalah banjir, teknis di lapangan harus jalan bareng sama komitmen politik dan pengawalan anggaran. Jangan cuma jadi janji kampanye doang,” tegas Yusrul.

Saatnya seluruh pihak duduk bareng dan gaskeun strategi yang matang demi bebasin Samarinda dari langganan banjir. Proyek kayak pintu air dan normalisasi sungai butuh kolaborasi dari pusat sampai daerah, bukan kerja setengah-setengah.

Dengan komitmen yang bener, gak mustahil warga Samarinda akhirnya bisa hidup nyaman tanpa was-was tiap hujan turun. Yuk, kawal terus agar janji ini bukan sekadar wacana! (ADV/DPRDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih