banner-sidebar
SamarindaKaltim

Anggaran 2026 Disiapkan, Dishub Samarinda Genjot Program Transportasi Berkelanjutan

Avatar
1022
×

Anggaran 2026 Disiapkan, Dishub Samarinda Genjot Program Transportasi Berkelanjutan

Share this article
Anggaran 2026 Disiapkan, Dishub Samarinda Genjot Program Transportasi Berkelanjutan
Ilustrasi Transportasi Umum. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda lagi nyusun gebrakan baru buat ngebenerin sistem transportasi publik di kota ini. Gak main-main, rencananya ngikutin arah visi nasional Kementerian Perhubungan, yang intinya sih pengen bikin transportasi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan tentu aja, anti ribet.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, bilang mereka udah siap gerak. Jalur Bus Rapid Transit (BRT) katanya udah aman secara teknis, tinggal nunggu kucuran dana aja buat ngelanjutin aksi. Tapi bukan berarti Dishub bakal nambahin jalan baru, ya!

“Banyak yang nanya kenapa gak buka jalur baru. Tapi justru itu bukan solusi jangka panjang. Kalau makin banyak jalan, orang malah makin semangat beli mobil. Bukannya ngurangin macet, malah makin padat,” jelas Manalu.

Makanya, Dishub milih strategi “push and pull” buat ngurangin pemakaian kendaraan pribadi. Strategi push-nya berupa aturan ganjil-genap, sistem satu arah (SSA), sampai pelarangan parkir di beberapa ruas jalan kota. Sementara itu, strategi pull-nya? Bikin layanan transportasi umum yang nyaman, kekinian, dan tentu aja berbasis teknologi.

Rencananya nanti warga bisa pantau bus datang berapa menit lagi, kursi kosong ada berapa, nomor trayeknya apa, sampai tarifnya juga bisa langsung dicek lewat aplikasi. Gak cuma itu, sistem ini bakal bantu penumpang ngatur waktu dan perjalanan biar lebih efisien.

“Kita ingin bikin masyarakat nyaman naik angkutan umum. Jadi kita sediakan info real-time, bus datang kapan, isinya berapa, semuanya bisa diakses lewat web,” lanjut Manalu.

Dishub juga udah ngajukan bantuan ke Kementerian Perhubungan karena proyek ini gak cuma urusan macet dan parkir, tapi juga berkaitan sama isu perubahan iklim. Manalu bilang kalau transportasi pribadi makin banyak, otomatis emisi karbon juga makin parah. Makanya, transportasi umum jadi salah satu solusi menuju kota yang berkelanjutan.

“Kalau kita bisa ngurangin pemakaian kendaraan pribadi, kita juga ikut nyelametin lingkungan. Transportasi berkelanjutan itu bagian dari pembangunan jangka panjang,” tambahnya.

Selain itu, Manalu juga singgung soal pengeluaran rumah tangga. Ternyata biaya transportasi bisa nyedot sampai 25–30% dari pendapatan bulanan. Nah, dengan adanya transportasi publik yang terjangkau, beban itu bisa dikurangi dan kesejahteraan keluarga jadi meningkat.

Sayangnya, karena anggaran 2025 belum tersedia, beberapa program baru ini bakal digeser ke tahun 2026. Tapi tenang, rencana besar ini udah siap tinggal tancap gas kalau dananya turun.

Transformasi transportasi di Samarinda emang gak bisa instan, tapi langkah awal udah mulai dibuka lewat strategi Dishub yang lebih berpihak ke rakyat. Bukan cuma soal jalan atau bus, tapi ini tentang masa depan kota yang lebih nyaman, sehat, dan hemat buat warganya.

Semoga aja, di tahun-tahun mendatang, rencana ini gak cuma jadi wacana. Karena transportasi publik yang keren dan efisien itu hak semua warga Samarinda, bukan cuma mimpi belaka. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih