Kaltimdaily.com, Nasional – Situasi dunia makin panas, geng! Kali ini giliran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang bikin geger setelah ngancem bakal nambahin tarif impor 10 persen buat semua negara anggota BRICS, termasuk Indonesia! Gara-garanya, Trump ngerasa BRICS udah gak “pro-Amerika” lagi dan mulai gerak mandiri di kancah ekonomi global.

Tanggapan langsung pun datang dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang bilang kalau Indonesia gak akan tinggal diam. Walaupun tekanan global makin gila, pemerintah tetap siap hadapi tantangan. “Kita lihat sendiri, Pak Presiden Prabowo ada di pertemuan BRICS bersama para pemimpin dunia. Trump bilang negara-negara BRICS dianggap gak dukung Amerika, makanya dia ancam tarif tambahan. Tapi Indonesia tetap jalan terus,” tegas Sri Mulyani dalam rapat bareng Komisi XII DPR RI, Senin (7/7/2025).
Trump ngumumin kebijakan ini saat pertemuan puncak BRICS di Rio de Janeiro, Brasil. Lewat akun Truth Social, dia tulis:
“Setiap negara yang dukung BRICS dan kebijakan anti-Amerika akan kena tarif tambahan 10%. Gak ada pengecualian!”
Wuih, ancaman yang lumayan galak, ya! Tapi negara-negara BRICS gak tinggal diam. Dalam pernyataan resmi mereka, BRICS secara kompak mengecam keras langkah sepihak Trump yang dianggap semena-mena dan bisa merusak keadilan perdagangan dunia.
Mereka menyoroti soal tarif dan pembatasan impor sepihak yang katanya bisa bikin ketimpangan makin lebar dan ngeganggu stabilitas ekonomi dunia. BRICS juga bilang mereka selama ini berusaha bangun sistem ekonomi global yang lebih adil dan gak terlalu didominasi dolar AS. Mereka pengen jadi suara kuat buat negara-negara berkembang, terutama yang ada di wilayah Selatan Global.
Gara-gara tekanan ini, negara-negara BRICS malah jadi makin solid. Mereka makin yakin pentingnya kerja sama antarnegara berkembang, bukan cuma buat jaga kepentingan dagang, tapi juga buat nunjukin solidaritas politik. Termasuk ngasih dukungan buat Iran yang lagi kena serangan militer dari pihak luar.
“Tindakan sepihak kayak pembatasan perdagangan itu gak cuma ganggu ekonomi global, tapi juga ngerusak kepercayaan antarnegara,” tulis pernyataan BRICS.
Langkah Trump justru makin nyatuin anggota BRICS. Mereka bersatu buat lawan dominasi Barat dan nunjukin bahwa mereka bisa jadi kekuatan alternatif baru. Bukan cuma sekadar reaksi, tapi ini bentuk perlawanan yang rapi dan strategis.
Gerakan BRICS yang makin solid ini bikin dunia ekonomi internasional makin seru. Dengan Indonesia ikut nimbrung di dalamnya, langkah kita buat keluar dari bayang-bayang ekonomi Barat makin nyata. Walau diancam, yang penting semangatnya tetap #LawanDenganSolid!
Kita tunggu aja kelanjutan drama geopolitik dan ekonomi dunia ini. Tapi satu hal pasti: Indonesia gak bakal mundur dari panggung global, apalagi cuma gara-gara tarif tambahan. (*)















