Kaltimdaily.com, Kubar – Kubar baru-baru ini bikin heboh netizen setelah sebuah video sadis penyiksaan anjing tersebar luas di medsos. Dalam rekaman yang viral itu, kelihatan lebih dari empat orang tega banget nyiksa seekor anjing sampai ngelakuin pengulitan secara sadar. Video tersebut pertama kali diunggah akun bernama Hesron Nyoman, dan disebut terjadi di wilayah Kutai Barat pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Kasus ini langsung bikin aktivis pecinta hewan gerak cepat. Christian Joshua Pale, Founder sekaligus Leader Animals Hope Shelter dari Bogor, langsung terbang ke Kubar. Pada Jumat, 22 Agustus 2025 sekitar jam 17.00 WITA, Joshua resmi melapor ke Polres Kutai Barat. Sebelumnya, ia sempat mampir ke Polresta Samarinda, tapi setelah tahu lokasi kejadian ada di Kubar, laporan akhirnya dialihkan ke kepolisian setempat.
Joshua menegaskan kalau kasus ini udah jelas masuk tindak pidana sesuai Pasal 302 KUHP tentang penganiayaan hewan. Menurutnya, Indonesia udah punya aturan hukum buat melindungi hewan, tinggal serius diterapin aja. Dia juga nyentil aparat yang kadang dianggap kurang gercep menindaklanjuti kasus kayak gini, padahal penyiksaan hewan nggak bisa dianggap remeh.
Di Polres Kutai Barat, laporan Joshua disambut positif. Polisi langsung ngerespon dengan menyiapkan tim Inafis dan Buser buat turun ke TKP. Dari info yang didapat, para pelaku diduga karyawan salah satu perusahaan tambang yang bekerja sebagai operator. Aksi mereka makin bikin geleng-geleng kepala karena nggak cuma nyiksa anjing, tapi juga ngerekam dan nyebarin ke publik.
“Kasus ini harus jadi titik penting penegakan hukum perlindungan hewan di Indonesia. Kita bakal kawal sampai P21, biar pelaku benar-benar dihukum setimpal,” tegas Joshua. Ia bilang jutaan pecinta anjing di dunia juga ikut bersuara lantang soal kejadian di Kubar ini.
Joshua berharap kasus ini bisa jadi titik balik supaya penyiksaan hewan nggak lagi terjadi di masa depan. Ia pengin masyarakat makin sadar kalau hewan juga punya hak buat hidup tenang tanpa disiksa.
Kasus ini juga jadi pengingat penting buat warga Kubar dan daerah lain di Indonesia supaya lebih peduli sama isu kesejahteraan hewan. Bukan cuma aparat, tapi juga masyarakat harus berani speak up kalau ada tindakan kejam yang merugikan hewan. Dukungan publik jadi kunci biar hukum bisa ditegakkan lebih adil.
Kalau kejadian di Kubar ini bisa ditindak tegas, harapannya bakal jadi contoh nyata kalau perlindungan hewan di Indonesia bukan cuma sekadar tulisan di undang-undang. Semua pihak harus bersatu biar hal kayak gini nggak kejadian lagi. Hewan butuh dilindungi, dan masyarakat juga butuh jaminan kalau keadilan benar-benar ditegakkan. (*)















