Kaltimdaily.com, Kutai Barat – Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Balikpapan berhasil menemukan empat korban kecelakaan kapal ferry di Perairan Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini merupakan hasil dari pencarian hari kedua yang dilakukan secara intensif sejak pagi.
Operasi pencarian dimulai dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat. Tim menyisir area perairan menggunakan perhitungan arus dan kondisi cuaca terkini sebagai panduan utama. Pukul 06.00 WITA, korban pertama yang bernama Marselus Bouk (24) berhasil ditemukan sekitar 3,69 kilometer dari lokasi kejadian. Sekitar 50 menit kemudian, korban kedua, Anci Anwar (50), ditemukan berjarak 5,4 kilometer dari lokasi kecelakaan dan segera dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar untuk proses identifikasi.
Selanjutnya, pada pukul 08.20 WITA, tim kembali menemukan korban ketiga, Dedi (47), di radius 13,2 kilometer dari titik kejadian. Tidak lama berselang, korban keempat yang bernama Yanto (41) ditemukan di sekitar lokasi kapal tenggelam. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan, menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. “Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin, meski kondisi cuaca di lapangan cukup menantang,” ujarnya.
Keluarga korban yang menunggu di RSUD Harapan Insan Sendawar mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja keras Tim SAR gabungan yang terus berjuang meski kondisi perairan cukup sulit. Dengan ditemukannya empat korban, masih ada empat orang lainnya yang dinyatakan hilang, dan pencarian akan diteruskan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap keluarga korban, termasuk bantuan logistik dan pendampingan psikologis. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Basarnas untuk memastikan proses pencarian berjalan lancar dan aman bagi seluruh petugas di lapangan.
Tragedi tenggelamnya kapal di perairan Ujoh Halang ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar keselamatan pelayaran di daerah pedalaman sungai Kalimantan. Evaluasi terhadap kelayakan kapal, sistem pelampung, serta prosedur darurat diharapkan segera diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di perairan Kutai Barat. (*)

















