Kaltimdaily.com, Balikpapan – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025 di Kota Balikpapan ternyata gak bikin pusing! Pemerintah Kota bener-bener gercep alias gerak cepat biar semua anak punya akses sekolah yang layak, terutama yang ngincar sekolah negeri.
Antisipasi lonjakan pendaftar, Pemkot Balikpapan udah siapin solusi jitu. Selain bangun beberapa SMP negeri baru yang mulai beroperasi di tahun ajaran 2025/2026, mereka juga gandeng 13 sekolah swasta buat jadi opsi cadangan. Keren gak tuh?
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik, bilang kalau kerja sama sama sekolah swasta udah dimulai jauh sebelum SPMB dibuka. Jadi, semua udah dipersiapin dari awal biar gak ada drama rebutan bangku sekolah.
“Kami pastikan semua anak di Balikpapan tetap bisa sekolah, walau gak lolos di negeri. Solusinya ya itu, kita siapkan 13 sekolah swasta plus bantuan dana buat anak-anak dari keluarga gak mampu,” ujar Irfan pas ditemui habis rapat bareng DPRD Balikpapan, Senin (30/6/2025).
Gak cuma asal kasih opsi, Pemkot juga kasih subsidi SPP Rp150 ribu per bulan per anak dan uang gedung Rp1,5 juta. Jadi beban biaya sekolah swasta pun jadi lebih ringan. Ini jadi angin segar banget buat keluarga yang ekonominya terbatas.
Tenang aja, sekolah swasta yang diajak kerja sama udah lolos standar kualitas kok. Jadi ortu gak perlu khawatir soal mutu pendidikan. Semua tersebar di berbagai kecamatan dan siap nampung murid baru.
Disdikbud juga jamin kalau tenaga pengajar dan fasilitasnya udah siap. Gak ada alasan anak Balikpapan gak sekolah cuma gara-gara gak dapet bangku di sekolah negeri.
Kebijakan inklusif ini jadi bukti nyata kalau Pemkot Balikpapan serius ngejaga hak pendidikan buat semua anak. Pemerintah juga nunjukin bahwa pemerataan akses pendidikan bisa dilakukan asal ada niat dan kerja sama lintas sektor.
Ke depan, langkah kayak gini bisa jadi contoh buat kota-kota lain. Dengan perencanaan matang dan keberpihakan pada warga kecil, Balikpapan membuktikan bahwa pendidikan itu bukan soal kasta, tapi soal kesempatan yang setara. (*)















