Kaltimdaily.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode April hingga Oktober 2026. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas El Nino tahun ini diprediksi lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, wilayah Kalimantan, termasuk Balikpapan, masih diperkirakan memiliki curah hujan yang relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia. Namun, potensi dampak kekeringan tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Puncak dampak El Nino di Balikpapan diperkirakan berlangsung pada Juni hingga Oktober 2026. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Balikpapan bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) serta instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menyampaikan bahwa pengaturan produksi air bersih menjadi salah satu langkah utama. Pada periode puncak El Nino, produksi air di Balikpapan berpotensi dibatasi hingga sekitar 75 persen dari kapasitas waduk guna menjaga cadangan air.
Selain itu, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan air baku tetap aman. Sejumlah bendungan pengendali yang telah diserahkan kepada Pemkot Balikpapan kini mulai dioptimalkan untuk mendukung suplai air bersih.
Upaya lain yang dilakukan meliputi penambahan sumur air serta perbaikan infrastruktur guna meningkatkan debit air. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan Embung Wain sebagai sumber alternatif air baku untuk memperkuat ketahanan air di Balikpapan.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, Pemkot Balikpapan menyiapkan skenario darurat distribusi air bersih. Sekitar 30 unit mobil tangki akan disiagakan untuk mendistribusikan air ke wilayah yang mengalami gangguan pasokan.
Distribusi air di Balikpapan tidak hanya mengandalkan jaringan perpipaan, tetapi juga dilakukan secara langsung ke masyarakat, terutama di kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan. Seluruh kecamatan dilibatkan dalam upaya ini agar kebutuhan air tetap terpenuhi.
Selain itu, bantuan tandon air mulai disalurkan kepada warga di wilayah rawan kekeringan di Balikpapan. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat menyimpan air saat pasokan masih tersedia.
Di tengah ancaman El Nino, masyarakat Balikpapan juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air. Edukasi terkait penghematan air terus digencarkan sebagai bagian dari upaya mitigasi menghadapi musim kemarau panjang.
Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa kesiapan menghadapi El Nino menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas kebutuhan air masyarakat. Langkah-langkah yang disusun diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan.
Ke depan, Pemkot Balikpapan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan yang diterapkan. Hal ini dilakukan agar respons yang diambil tetap tepat dan efektif sesuai situasi di lapangan.
Dengan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan ketahanan air di Balikpapan dapat terjaga. Upaya bersama ini menjadi kunci dalam menghadapi potensi dampak El Nino ekstrem sepanjang 2026. (*)

















