Kaltimdaily.com, Balikpapan – Kota Balikpapan kembali mencatat capaian nasional dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia, yakni sebesar 1,97 persen. Prestasi ini diraih di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud, yang dinilai berhasil membangun sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Meski mencatatkan angka rendah, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa capaian tersebut bukan akhir dari upaya pengentasan kemiskinan di Balikpapan. Ia menyebut masih terdapat warga yang membutuhkan perhatian, sehingga pemerintah harus terus bekerja secara konsisten dan berkelanjutan.
Salah satu faktor utama penurunan kemiskinan di Balikpapan adalah pertumbuhan investasi yang stabil. Iklim usaha yang kondusif dinilai mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.
Pemerintah Kota Balikpapan juga terus berkomitmen menjaga kemudahan berusaha. Proses perizinan disederhanakan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk dengan pendekatan proaktif seperti layanan jemput bola untuk mempercepat investasi.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas di Balikpapan. Pemerintah mendorong generasi muda untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi, agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri.
Penguatan sektor ekonomi kerakyatan turut menjadi strategi penting. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balikpapan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pengembangan ekonomi kreatif dan kawasan kuliner yang semakin berkembang.
Di sisi lain, pemerintah kota juga menjaga stabilitas inflasi bersama Bank Indonesia guna mempertahankan daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Balikpapan yang telah melampaui 10 persen menjadi fondasi kuat dalam menekan angka kemiskinan.
Ke depan, Pemkot Balikpapan akan meningkatkan akurasi data sosial agar program bantuan lebih tepat sasaran. Pembaruan data penerima manfaat, termasuk layanan kesehatan gratis, menjadi prioritas dalam memastikan efektivitas kebijakan.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga tren positif penurunan kemiskinan di Balikpapan. Pemerintah menargetkan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan terus diperkuat. Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, Balikpapan optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (*)

















