Kaltimdaily.com, IKN — Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) makin ngebut, bro! Sekarang udah masuk ke tahap kedua dan banyak banget gebrakan baru yang mulai digarap. Salah satunya yang paling disorot: penataan wilayah Sepaku dan kawasan glamping yang bakal disulap jadi ruang publik kece!
Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H. Sumadilaga, ngejelasin kalau tahap dua ini nggak cuma soal bangun jalan, tapi juga nyentuh sisi sosial masyarakat lokal. “IKN sekarang udah masuk ke pembangunan tahap dua,” kata Danis waktu kasih keterangan di Sepaku, Sabtu (29/6/2025).
Nah, proyek-proyek yang ditandatangani kali ini mencakup pembangunan tujuh jalur utama, penataan kawasan olahraga, ruang terbuka hijau (RTH), dan pastinya, kawasan Sepaku yang emang jadi pusat kegiatan ekonomi warga lokal. Danis juga bilang, pendekatan pembangunan di Sepaku gak bisa asal, soalnya ini bukan wilayah kosong—tapi tempat hidup banyak orang.
Yang keren, pembangunan Pasar Sepaku dilakukan lewat mekanisme suara warga alias voting. Jadi desain pasar barunya bener-bener sesuai keinginan masyarakat. Sambil nunggu pasar rampung direnovasi, para pedagang bakal direlokasi sementara dan bakal balik lagi begitu bangunannya jadi.
Gak cuma itu, kawasan glamping di IKN juga bakal dirombak total jadi ruang terbuka hijau multifungsi. Tempat ini dirancang buat edukasi, riset, rekreasi, dan bakal nyatu sama ekosistem hutan tropis. Harapannya, bisa jadi tempat belajar yang asik buat warga, mahasiswa, bahkan peneliti.
Totalnya, pembangunan infrastruktur jalan tahap dua ini bakal menempuh panjang 12,3 km dengan anggaran sekitar Rp 3,042 triliun. Sedangkan untuk penataan kawasan olahraga, RTH, dan Sepaku disiapkan dana tambahan sebesar Rp 313,2 miliar. Danis menegaskan, semua ini dibiayai penuh dari APBN 2025.
Langkah ini jadi bukti bahwa pembangunan IKN nggak cuma soal fisik, tapi juga mikirin keseimbangan sosial dan lingkungan. Warga lokal dilibatkan langsung, dan kawasan yang sebelumnya terbengkalai justru dihidupkan lagi jadi ruang yang produktif.
Dengan pendekatan kayak gini, IKN bukan cuma jadi ibu kota baru, tapi juga contoh kota modern yang ngangkat kearifan lokal, memperkuat komunitas, dan tetap ramah lingkungan. Kita tinggal nunggu waktu buat lihat transformasi total di jantung Kalimantan ini! (*)

















