banner-sidebar
Samarinda

Salinitas Naik, Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Air Bersih

Avatar
895
×

Salinitas Naik, Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Air Bersih

Share this article
Ilustrasi. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda — Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan terhadap layanan air bersih menyusul meningkatnya kadar salinitas pada sumber air baku. Kondisi tersebut dipengaruhi musim kemarau dan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko intrusi air laut ke sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih harus tetap menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap air tidak dapat ditunda meskipun kualitas dan kondisi sumber air baku sedang menghadapi tekanan.

Gangguan akibat peningkatan salinitas telah berdampak pada operasional tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Kencana Samarinda. Fasilitas tersebut meliputi IPA Pulau Atas, IPA Palaran, dan IPA Kalhol.

Saefuddin meminta Dewan Pengawas Perumda Tirta Kencana Samarinda meningkatkan pemantauan terhadap seluruh tahapan pelayanan, mulai dari proses produksi hingga distribusi kepada pelanggan. Evaluasi secara berkala dinilai penting untuk mengetahui kondisi terkini dan memastikan pemerintah dapat segera mengambil langkah apabila gangguan meluas.

“Untuk air bersih, kami minta dewan pengawas Perumda Tirta Kencana memantau setiap hari dan memberikan laporan. Jangan sampai monitoring ini lepas,” kata Saefuddin, Rabu (26/8/2026).

Ia mengatakan laporan harian diperlukan agar perkembangan pelayanan dapat diketahui secara aktual. Data tersebut mencakup kawasan yang mengalami penurunan tekanan air, berkurangnya debit pasokan, hingga kendala distribusi kepada pelanggan.

Pengawasan juga dinilai penting karena kondisi cuaca kering masih berpotensi memengaruhi kualitas sumber air baku. Jika kadar garam terus meningkat, Perumda Tirta Kencana Samarinda harus melakukan penyesuaian terhadap pengolahan dan distribusi air bersih.

Sebelumnya, Perumda Tirta Kencana Samarinda telah mengurangi durasi operasional pada tiga IPA yang terdampak tingginya salinitas. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap perubahan kualitas air baku akibat masuknya air laut.

Penurunan waktu operasional berdampak pada kapasitas produksi dan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah Samarinda. Pelanggan yang masih mendapatkan aliran air diimbau memanfaatkan pasokan tersebut dengan menampung air secukupnya sebagai persediaan.

Pemerintah Kota Samarinda berharap pengawasan yang dilakukan secara intensif mampu menjaga pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan. Pemerintah juga meminta informasi mengenai kondisi lapangan disampaikan secara cepat sehingga setiap gangguan dapat segera direspons.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapan Samarinda dalam menghadapi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya air. Ketahanan sumber air baku menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijak selama kondisi sumber air baku belum sepenuhnya stabil. Penghematan penggunaan air dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan, khususnya di wilayah yang terdampak penurunan tekanan maupun distribusi.

Pemkot Samarinda bersama Perumda Tirta Kencana akan terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku dan pelayanan kepada pelanggan. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak gangguan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Samarinda tetap menjadi perhatian utama. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih