banner-sidebar
Berau

Remisi Dasawarsa & Ganda Menanti WBP di Rutan Tanjung Redeb

Avatar
1113
×

Remisi Dasawarsa & Ganda Menanti WBP di Rutan Tanjung Redeb

Share this article
Remisi Ilustrasi. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Berau  – Menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80, suasana di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb makin semarak. Bukan cuma karena upacara tahunan, tapi juga karena ada kabar bahagia buat para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tahun ini, mereka nggak cuma bisa dapet remisi umum, tapi juga remisi dasawarsa — potongan masa tahanan yang cuma keluar tiap 10 tahun sekali.

Kepala Rutan, Yudhi Khairudin, cerita kalau ada 495 WBP yang diajukan buat dapet remisi dasawarsa. Lebih keren lagi, ada yang berpotensi dapet remisi ganda alias remisi kemerdekaan plus remisi dasawarsa sekaligus. “Ada banyak yang akan dapat dua remisi sekaligus. Ini bentuk penghargaan bagi mereka yang benar-benar menunjukkan perubahan perilaku dan komitmen memperbaiki diri,” jelas Yudhi.

Nah, syarat dapetin remisi dasawarsa ini nggak sembarangan. Sama kayak remisi lainnya, WBP harus berkelakuan baik, nggak pernah bikin masalah di rutan, dan aktif ikut program pembinaan — mulai dari pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, sampai pembinaan mental-sosial. Kalau ada yang melanggar aturan, siap-siap aja hak remisinya dicabut.

Puncak acaranya bakal digelar pas upacara 17 Agustus di halaman Rutan Tanjung Redeb. Semua WBP, petugas, dan pejabat daerah bakal hadir. Para penerima remisi bakal dipanggil satu per satu di depan peserta upacara — momen yang pastinya bikin deg-degan sekaligus haru.

Yudhi juga ngingetin, remisi ini bukan cuma soal bebas lebih cepat. Lebih dari itu, remisi adalah bentuk motivasi dan harapan baru buat WBP supaya semangat memperbaiki diri dan balik ke masyarakat dengan citra yang lebih baik.

Masyarakat di luar pun diharapkan bisa menerima kembali para mantan WBP dengan tangan terbuka. Dengan adanya remisi, proses reintegrasi sosial diharapkan berjalan lebih mulus, sehingga mereka bisa memulai hidup baru yang lebih positif dan produktif.

Program remisi seperti ini juga jadi bukti bahwa pembinaan di rutan bukan sekadar formalitas. Ada peluang nyata bagi mereka yang mau berubah, dan setiap 17 Agustus jadi momentum spesial buat mengingatkan semua orang bahwa setiap orang berhak dapat kesempatan kedua. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih