Kaltimdaily.com, SANGATTA – Kekhawatiran pengguna jalan terhadap kondisi ruas Sangatta–Simpang Perdau di Km 5+600 kini mulai teratasi. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur telah menyelesaikan penanganan pada titik yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat erosi dan penurunan tanah.

PPK 2.2 BBPJN Kaltim, Khanif Ashar, mengatakan penanganan dilakukan untuk memastikan badan jalan kembali stabil dan dapat digunakan dengan aman.
“Penanganan di Km 5+600 Ruas Sangatta–Sp. Perdau sudah kami lakukan. Fokusnya adalah mengamankan badan jalan dari pengaruh erosi dan penurunan tanah agar lalu lintas tetap berjalan aman,” ujar Khanif.
Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari perkuatan struktur dan lereng jalan, pengendalian aliran air melalui perbaikan drainase, hingga pengaspalan kembali pada bagian jalan yang terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan berkembang lebih parah, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Khanif menyebut pekerjaan perkuatan tebing dan penanganan erosi pada titik tersebut telah diselesaikan.
Dengan selesainya pekerjaan, kondisi struktur jalan saat ini dinilai lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
“Pekerjaan perkuatan dan penanganan erosi sudah diselesaikan. Kami juga memastikan sistem drainase berfungsi untuk mengendalikan aliran air yang menjadi salah satu faktor pemicu erosi,” jelasnya.
Kondisi lalu lintas di lokasi kini kembali normal. Kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan angkutan barang dapat melintas tanpa adanya sistem buka-tutup.
Meski demikian, BBPJN Kaltim tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar titik penanganan.
Pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi tanah maupun cuaca yang berpotensi memengaruhi badan jalan.
“Kami tetap melakukan monitoring di lokasi. Personel dan dukungan alat juga disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan, terutama ketika cuaca ekstrem,” katanya.
Ruas Sangatta–Sp. Perdau memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat dan pergerakan kendaraan logistik. Karena itu, penanganan titik Km 5+600 menjadi bagian penting untuk menjaga konektivitas antarwilayah tetap berjalan.
BBPJN Kaltim mengimbau masyarakat yang melintas untuk tetap memperhatikan keselamatan, terutama dengan mematuhi batas kecepatan dan rambu-rambu yang tersedia.
Meskipun kondisi jalan telah aman dan lalu lintas kembali lancar, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi pekerjaan.
“Yang paling penting pengguna jalan tetap tertib dan memperhatikan kondisi di lapangan. Kami terus melakukan pengawasan agar ruas ini tetap aman dan nyaman digunakan,” pungkas Khanif.(*)









