banner-sidebar
Samarinda

Rakor Pemkot Samarinda: Jaga Stabilitas Pasar dan Stok Beras

Avatar
1102
×

Rakor Pemkot Samarinda: Jaga Stabilitas Pasar dan Stok Beras

Share this article
Pemkot Samarinda. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemkot Samarinda lagi serius banget nih dalam urusan pengendalian inflasi. Senin (25/8/2025) pagi, mereka ikutan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Rutin Mingguan bareng Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.

Acaranya digelar hybrid di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Samarinda, Gedung TP PKK, dan dihadiri langsung sama Wakil Wali Kota H. Syaefuddin Zuhri bareng jajaran OPD, Forkopimda, hingga Bulog.

Topik panas yang dibahas kali ini nggak jauh-jauh dari soal ketersediaan dan distribusi pangan, khususnya beras. Bulog udah pastiin stok beras nasional aman, tapi penyaluran ke masyarakat kecil dinilai masih butuh perhatian ekstra. Bahkan, pemerintah juga lagi ngulik aturan soal penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium biar sesuai kondisi tiap daerah.

Dalam forum itu, Wawali Syaefuddin Zuhri ngingetin pentingnya jaga kestabilan harga di pasar. Dia minta Dinas Perdagangan makin rajin gerak, termasuk lewat operasi pasar supaya harga kebutuhan pokok tetap terjangkau buat warga Samarinda.

Buat kebutuhan beras, Polres Samarinda udah turun tangan dengan operasi pasar. Setiap harinya mereka salurin 3,5 ton beras ke warga dengan harga Rp55 ribu per 5 kilogram. Lumayan ngebantu, tapi masih ada selisih harga dari Bulog. Makanya, perlu ada penyamaan harga biar masyarakat nggak bingung.

Selain itu, data terbaru juga nunjukin kalau Indeks Harga Konsumen (IHK) Samarinda sempet turun tipis alias deflasi sebesar 0,04 persen. Tapi kalau dihitung year-on-year, inflasi masih ada di angka 2,21 persen. Meski begitu, posisi ini masih aman karena masih sesuai batas atas target pemerintah pusat.

Pemkot Samarinda yakin kalau langkah kolaborasi bareng OPD, Bulog, hingga pihak kepolisian bisa bikin harga pangan lebih stabil dan masyarakat tetap tenang. Fokus utama tetap satu: jaga kebutuhan pokok warga biar tetap terjangkau tanpa bikin pasar goyang.

Ke depan, Pemkot Samarinda juga bakal nyusun strategi tambahan biar pengendalian inflasi nggak cuma reaktif, tapi juga preventif. Mulai dari dorong produksi lokal, kontrol rantai distribusi, sampai edukasi masyarakat biar bisa lebih bijak belanja kebutuhan pokok.

Dengan langkah kompak ini, Pemkot Samarinda optimis bisa kasih solusi jangka panjang. Nggak cuma soal harga beras, tapi juga buat kebutuhan pokok lain biar warga tetap bisa hidup nyaman tanpa dihantui naik-turunnya harga pasar. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih