banner-sidebar
Bontang

Pria Nekat di Bontang Pamer Alat Vital, Warga Auto Geger

Avatar
863
×

Pria Nekat di Bontang Pamer Alat Vital, Warga Auto Geger

Share this article
Penjahat Kelamin di Bontang. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Bontang – Warga Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, sempat dibuat heboh gara-gara aksi nekat seorang pria yang pamer alat vital di sebuah toko aksesoris. Pelaku berinisial AR (32) akhirnya berhasil dibekuk Tim Rajawali Satreskrim Polres Bontang, Kamis (7/8/2025) malam.

Drama penangkapan ini terjadi Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 16.30 WITA di Jalan Ikan Tuna, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Ceritanya, korban berinisial MA (25) lagi jaga toko sendirian. Eh, tiba-tiba datang pria pakai helm dan masker, pura-pura mau belanja. Nggak disangka, dia malah buka resleting celananya dan mempertontonkan kelaminnya ke korban.

Korban yang kaget langsung mundur dan buru-buru lapor polisi. Untungnya, ada rekaman CCTV plus kesaksian warga yang bikin identitas pelaku cepat terungkap. Tim Rajawali langsung bergerak cepat dan meringkus AR di rumahnya tanpa perlawanan.

Barang bukti yang diamankan polisi cukup lengkap, mulai dari hoodie putih, helm putih, sampai sandal hitam yang dipakai saat beraksi. Semua barang itu persis seperti yang terekam di CCTV.

Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano, lewat Kasat Reskrim AKP Hari Supranoto, menegaskan polisi nggak akan main-main dengan kasus kayak gini.

“Kami imbau warga Bontang segera lapor kalau ada kejadian asusila. Penanganan bakal kami lakukan cepat dan profesional demi keamanan masyarakat,” tegasnya.

Sekarang AR sudah meringkuk di sel tahanan Polres Bontang. Dia dijerat Pasal 36 Jo Pasal 10 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 281 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Kejadian ini jadi alarm buat semua warga Bontang, apalagi yang kerja sendirian di toko atau usaha ritel. Penting banget pasang CCTV dan selalu waspada sama orang mencurigakan biar keamanan tetap terjaga.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya peran warga dalam membantu proses hukum. Tanpa kesaksian dan bukti dari masyarakat, mungkin pelaku akan lebih lama berkeliaran dan berpotensi mengulangi aksinya.

Polres Bontang berharap kejadian ini bisa jadi pelajaran bersama. Keamanan lingkungan bukan cuma tugas aparat, tapi juga tanggung jawab semua warga. Dengan saling menjaga dan peduli, Bontang bisa tetap jadi kota yang aman dan nyaman buat semua orang. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih