banner-sidebar
PPU

PPU Genjot Produktivitas Padi, Petani Dapat Edukasi Penggunaan Pestisida

Avatar
786
×

PPU Genjot Produktivitas Padi, Petani Dapat Edukasi Penggunaan Pestisida

Share this article
Padi. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, PPU – Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) lagi dapat perhatian ekstra dari pemerintah daerah. Dinas Pertanian PPU sekarang lagi gencar kasih pembekalan ke petani soal cara pakai pestisida dengan aman. Tujuannya biar panen makin banyak, petani tetap sehat, dan lingkungan juga gak rusak.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, bilang kalau pestisida memang ngebantu banget buat tanaman tumbuh subur. Tapi, kalau dipakai sembarangan, apalagi kebanyakan, bisa bahaya banget buat kesehatan petani dan juga bikin lingkungan tercemar. Makanya, edukasi cara pakai pestisida dengan dosis pas itu wajib banget.

Andi juga wanti-wanti, khususnya soal penggunaan parakuat. Kalau dipakai kelewat takaran, dampaknya bisa serius banget. Tapi kalau petani ngerti cara pakainya, manfaat pestisida tetap bisa dirasakan tanpa ngorbanin kesehatan dan alam sekitar.

Sementara itu, Pemkab PPU punya target besar. Mereka pengen produktivitas padi bisa naik sampai 3–4 ton per hektare. Dari data yang ada, luas lahan produktif di PPU tembus 14.070 hektare. Tahun 2024, total panen padi di PPU sampai 50.672 ton gabah kering panen (GKP). Terus, di musim tanam pertama tahun 2025, hasil panennya nyampe sekitar 24.500 ton GKP.

Biar makin maksimal, Pemkab PPU juga gandeng Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) buat dampingi petani dalam pemakaian pestisida, khususnya parakuat. Kerja sama ini penting banget supaya hasil pertanian bisa lebih optimal.

Fokus peningkatan panen ini ada di empat kecamatan yang jadi sentra padi di PPU, yaitu Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Keempat wilayah ini juga punya nilai strategis karena termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang lagi dibangun. Jadi, selain buat kebutuhan lokal, hasil panen di PPU juga bisa ikut menopang pasokan pangan buat IKN.

Lewat pendampingan, pelatihan, sampai edukasi berkelanjutan, pemerintah berharap petani di PPU bisa makin jago kelola lahan. Kalau produktivitas terus naik, bukan cuma warga lokal yang diuntungkan, tapi juga jadi penopang buat kebutuhan pangan IKN.

Program edukasi pestisida di PPU ini juga jadi bukti kalau pemerintah serius bangun sektor pertanian, bukan cuma fokus ke pembangunan fisik IKN. Petani sebagai garda depan penyedia pangan harus dibekali ilmu biar bisa bersaing dan tetap produktif di era modern.

Ke depan, keberhasilan program ini diharapkan bisa jadi role model buat daerah lain di Kalimantan Timur. Dengan kombinasi teknologi, edukasi, dan pendampingan intensif, PPU bisa jadi lumbung pangan baru yang siap dukung kedaulatan pangan nasional sekaligus kebutuhan besar di kawasan IKN. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih