banner-sidebar
Kaltim

Pemprov Kaltim Gencarkan Energi Terbarukan Berbasis Sawit dan Surya

Avatar
907
×

Pemprov Kaltim Gencarkan Energi Terbarukan Berbasis Sawit dan Surya

Share this article
Pemprov Kaltim Gencarkan Energi Terbarukan Berbasis Sawit dan Surya
Sri Wahyuni. Ft by Ist

Kaltimdaily.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin memperkuat langkah dalam transisi energi menuju masa depan berkelanjutan dengan mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) berbasis kelapa sawit. Melalui pemanfaatan limbah cair (Palm Oil Mill Effluent/POME) dan cangkang sawit, Kaltim berupaya meninggalkan ketergantungan terhadap energi fosil dan mendorong hilirisasi industri daerah.

Langkah strategis ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, saat membuka kegiatan Indonesia Sustainability Energy Week di Hotel Mercure Samarinda, Senin (13/10/2025). Menurutnya, transformasi sistem energi tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi memerlukan sinergi dan komitmen dari berbagai sektor agar perubahan menuju energi bersih dapat terwujud secara efektif dan berkelanjutan.

“Transformasi ekonomi dan energi sudah lama dicanangkan, namun diperlukan keseriusan bersama untuk mewujudkan hasil yang nyata,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltim, Selasa (14/10/2025).

Pemerintah daerah menilai bahwa sektor kelapa sawit memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian energi. Sejumlah pabrik sawit di Kaltim kini mulai mengolah limbah cair serta cangkang sawit menjadi bahan bakar alternatif bagi pembangkit listrik tenaga biogas dan biomassa. Langkah ini tidak hanya berperan dalam menekan emisi karbon, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah sekaligus memperkuat posisi Kaltim sebagai pelopor energi hijau di Indonesia bagian timur.

Selain memanfaatkan sawit, pemerintah juga mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di berbagai wilayah. Beberapa proyek panel surya telah beroperasi di daerah pedalaman Kaltim guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang belum terjangkau jaringan PLN.

Upaya transformasi energi ini menjadi hasil sinergi antara pemerintah daerah, dunia industri, lembaga penelitian, serta mitra pembangunan nasional dan internasional. Kaltim berkomitmen untuk memperluas kerja sama tersebut dalam rangka mempercepat realisasi target energi bersih nasional 2060.

Kegiatan Indonesia Sustainability Energy Week di Samarinda turut dihadiri Deputi Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris, perwakilan GIZ Indonesia/ASEAN Ardian Chandra Putra, serta sejumlah pejabat kementerian terkait yang membidangi energi, lingkungan, dan industri.

Acara yang berlangsung selama empat hari ini merupakan penyelenggaraan perdana dari program Indonesia Sustainability Energy Week Goes Regional dan akan dilanjutkan di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam pengembangan energi berkelanjutan.

Transformasi energi yang dilakukan Kaltim tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap agenda nasional pengurangan emisi, tetapi juga mempertegas peran daerah dalam menciptakan solusi lokal untuk tantangan global. Dengan potensi besar di sektor sawit, surya, dan air, Kaltim diyakini mampu menjadi contoh provinsi yang sukses dalam mengintegrasikan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menargetkan agar seluruh proyek EBT di Kaltim dapat menjadi model replikasi bagi provinsi lain di Indonesia. Melalui inovasi energi bersih dan sinergi lintas sektor, Kaltim berharap mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Indonesia Net Zero Emission 2060 serta memperkuat posisi strategisnya sebagai lumbung energi hijau nasional. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih