Kaltimdaily.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal rencana Demo 21 April yang dijadwalkan berlangsung di depan Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
Meski hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan resmi dari penyelenggara, aparat kepolisian tetap melakukan langkah antisipatif guna menjaga keamanan dan ketertiban selama potensi aksi berlangsung.
Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Yuliyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mulai menyusun strategi pengamanan serta menyiapkan personel untuk menghadapi kemungkinan mobilisasi massa dalam jumlah besar pada Demo 21 April tersebut.
Menurutnya, belum adanya pemberitahuan resmi menjadi kendala dalam memetakan kebutuhan pengamanan, termasuk jumlah peserta maupun pihak yang bertanggung jawab atas aksi. Hal ini membuat kepolisian belum dapat menentukan secara pasti skala kekuatan yang akan diterjunkan.
Namun demikian, Polda Kaltim menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pengamanan apabila Demo 21 April benar-benar dilaksanakan. Pendekatan yang akan digunakan bersifat proporsional dengan mengedepankan sikap humanis, sehingga penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Dalam pelaksanaannya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi aksi, tetapi juga mencakup pengaturan lalu lintas serta penjagaan objek vital di sekitar kawasan tersebut. Jumlah personel akan disesuaikan dengan dinamika di lapangan.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada penyelenggara agar segera menyampaikan pemberitahuan resmi sesuai aturan yang berlaku. Langkah ini dinilai penting untuk mempermudah koordinasi sekaligus meminimalisasi potensi gangguan keamanan selama Demo 21 April berlangsung.
Informasi mengenai rencana aksi ini sendiri telah beredar luas di media sosial. Aksi disebut diinisiasi oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur yang dikabarkan akan melibatkan ribuan massa dari berbagai elemen organisasi.
Dalam tuntutannya, massa aksi menyoroti isu dugaan praktik dinasti politik dan nepotisme di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu, mereka juga mendorong DPRD Kaltim untuk menggunakan hak angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Polda Kaltim berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi pada Demo 21 April.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian juga akan meningkatkan patroli di sejumlah titik strategis di Samarinda menjelang hari pelaksanaan aksi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali sejak sebelum kegiatan berlangsung.
Selain itu, koordinasi lintas instansi akan diperkuat guna mendukung kelancaran pengamanan. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan unsur terkait diharapkan mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama Demo 21 April.
Dengan persiapan tersebut, kepolisian optimistis pelaksanaan Demo 21 April dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas. (*)

















