banner-sidebar
BontangKaltimKutai Kartanegara

Pembangunan Jalan di Kaltim Fokus Tingkatkan Ekonomi Laut dan Perikanan

Avatar
1196
×

Pembangunan Jalan di Kaltim Fokus Tingkatkan Ekonomi Laut dan Perikanan

Share this article
Rombongan Gubernur Kaltim saat melakukan penyisiran di pesisir muara badak - bontang. Ft by ist

Kaltimdaily.com, KaltimGubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama Wakil Gubernur Seno Aji, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah utara Kalimantan Timur untuk memantau perkembangan proyek infrastruktur, khususnya di kawasan pesisir Anggana, Muara Badak, dan Kutai Timur.

Fokus utama kunjungan ini adalah pengembangan infrastruktur jalan yang diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi sektor kelautan dan perikanan di daerah tersebut.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian serius adalah pembangunan jalan di sekitar Bundaran Simpang 5 Muara Badak. Gubernur Harum meninjau proyek pelebaran jalan sepanjang 900 meter yang kini telah mencapai lebar 14 meter. Menurutnya, proyek ini sangat vital untuk memperlancar distribusi logistik antar kabupaten dan kota. Dengan infrastruktur yang lebih baik, potensi produk kelautan yang melimpah di daerah pesisir ini diharapkan dapat dimaksimalkan, meningkatkan konektivitas dan daya saing daerah.

Selain itu, Gubernur Harum juga menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di kawasan pipa Pertamina. Jalan yang sebelumnya berada di bawah kewenangan kabupaten atau badan usaha ini, kini telah mengganggu mobilitas warga. Untuk itu, Harum menginstruksikan Bappeda dan Dinas PUPR Kaltim untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat. Jika perlu, Pemprov Kaltim akan mengambil alih perbaikan jalan tersebut, mengingat urgensinya bagi kenyamanan masyarakat.

Dinas PUPR Kaltim, melalui Kepala Dinas AM Fitra Firmanda, menjelaskan berbagai proyek infrastruktur yang sedang berjalan, di antaranya rekonstruksi jalan Muara Badak – Bontang sepanjang 11 km dengan nilai kontrak Rp120 miliar, serta pelebaran jalan Muara Badak – Bontang yang mencapai Rp60 miliar.

Selain itu, proyek pelebaran jalan Samarinda – Anggana sepanjang 1,73 km juga tengah dikerjakan dengan anggaran Rp4,7 miliar. Semua proyek ini diharapkan dapat selesai pada akhir 2025, meskipun beberapa kemungkinan akan diperpanjang hingga 2026.

Selanjutnya, setelah memantau Muara Badak, rombongan gubernur melanjutkan perjalanan ke Bontang untuk meninjau proyek-proyek strategis lainnya.

Salah satunya adalah pembangunan Bendungan dan kawasan Kendali Banjir Soekarno-Hatta. Kunjungan ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Sarifah Suraidah Harum, serta Asisten Perekonomian Ujang Rachmad. Kehadiran pejabat-pejabat tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

Kalimantan Timur berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastrukturnya guna membuka lebih banyak peluang ekonomi, terutama bagi sektor kelautan dan perikanan yang selama ini menjadi andalan daerah. Dengan berbagai proyek yang tengah digarap, diharapkan Kaltim tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga tempat yang lebih efisien dan ramah bagi pengembangan potensi lokal. Pembangunan yang terus berlanjut diharapkan menjadi pendorong bagi tumbuhnya ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru Kalimantan Timur. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih