Kebocoran Pipa PDAM di Bontang Barat Ditangani Cepat, Biaya Ditanggung Kontraktor
Kaltimdaily.com, Bontang – Kebocoran pipa milik PDAM Tirta Taman yang terjadi di Jalan S. Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, pada Senin (1/9/2025), langsung mendapat penanganan cepat. Perusahaan memastikan seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana proyek, yaitu PT Risa Binatama.
Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin, menjelaskan bahwa kebocoran dipicu oleh aktivitas penggalian jaringan pipa di sekitar kawasan Terminal B. Pipa berdiameter 3 inci tersebut terkena bucket alat berat hingga menyemburkan air bercampur lumpur cukup deras. “Kondisi sudah terkendali. Pipa ukuran 3 inci itu langsung kami perbaiki, dan pihak kontraktor bertanggung jawab penuh terhadap material,” jelas Suramin melalui pesan singkat.
Lebih lanjut, Suramin menegaskan bahwa pihaknya hanya memberikan bantuan teknis, sementara seluruh biaya dan material ditanggung oleh kontraktor. “Kami hanya mendukung dari sisi teknis, sedangkan tanggung jawab material dan biaya tetap dibebankan kepada kontraktor,” tegasnya.
Akibat kebocoran tersebut, halaman parkir Bank BRI Cabang Bontang Barat sempat tergenang air bercampur lumpur, bahkan sebagian masuk hingga ke dalam ruang kantor. Arhan, petugas kebersihan BRI, menyebutkan air tiba-tiba meluap sekitar pukul 10.30 WITA. “Air mengalir deras sekitar pukul 10.30 dan sempat masuk ke dalam kantor,” ungkapnya.
Kebocoran terjadi saat kontraktor tengah menggali tanah sedalam 1,8 meter. Begitu pipa pecah, laporan langsung diteruskan untuk mematikan aliran air agar dampak genangan tidak semakin meluas hingga ke permukiman warga.
Pihak PDAM Tirta Taman menegaskan bahwa kejadian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Dengan penanganan yang sigap, kebocoran dapat segera diatasi sehingga distribusi air bisa kembali normal tanpa mengganggu aktivitas warga.
Insiden tersebut juga menjadi catatan penting bagi kontraktor agar lebih berhati-hati dalam bekerja, khususnya di area yang rawan jaringan pipa. PDAM memastikan pengawasan tetap dilakukan secara ketat guna mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.
Sebagai langkah evaluasi, Pemerintah Kota Bontang bersama PDAM berencana meningkatkan koordinasi dengan seluruh kontraktor yang terlibat dalam pekerjaan penggalian. Langkah ini dianggap penting agar setiap proyek tetap aman sekaligus tidak mengganggu layanan publik.
Di sisi lain, masyarakat diimbau segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebocoran di sekitar lingkungan mereka. Dengan respons cepat dari berbagai pihak, diharapkan distribusi air bersih di Kota Bontang tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti. (*)















