Kaltimdaily.com, Kukar – Patung Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, resmi diresmikan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Rabu (28/1/2026).
Peresmian patung ini dilakukan oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, bertepatan dengan peringatan ke-79 Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, yang juga memiliki makna penting bagi masyarakat setempat.
Pembangunan RTH dan patung Bung Karno dimulai dua tahun lalu, di atas lahan yang sebelumnya merupakan aset milik Pertamina. Sanga-Sanga, yang dikenal sebagai Kota Juang, memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di Kalimantan Timur. Patung ini bukan hanya sebagai monumen, tetapi juga simbol penghormatan terhadap jasa dan perjuangan bangsa Indonesia.
Edi Damansyah, mantan Bupati Kukar, menjelaskan bahwa pembangunan patung ini melibatkan proses panjang, termasuk koordinasi dengan keluarga Bung Karno. Edi berharap patung ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat Kalimantan Timur bahwa mereka turut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Patung ini adalah simbol kebanggaan kita, untuk mengenang perjuangan dan dedikasi Bung Karno,” ujar Edi.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menekankan bahwa patung Bung Karno dan RTH Sanga-Sanga bukan sekadar monumen, tetapi bagian dari rencana besar pemerintah daerah untuk menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik yang dinamis. “Kawasan ini akan menjadi tempat yang hidup, bermanfaat, dan terjaga keberlanjutannya,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa pemerintah juga akan menggelar acara budaya setiap malam Minggu mulai tahun 2026.
Pemerintah Kukar juga merencanakan pembangunan fasilitas pendukung di sekitar kawasan, seperti musala, pusat UMKM, dan peningkatan akses jalan. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kawasan RTH Sanga-Sanga akan menjadi lebih dari sekadar tempat wisata sejarah, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat yang aktif dan produktif.
Selain itu, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memberikan apresiasi terhadap pembangunan patung ini. Menurutnya, keberadaan patung Bung Karno sangat penting sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. “Kami berharap generasi muda dapat mempelajari dan meneladani perjuangan Bung Karno, agar semangat nasionalisme dan cinta tanah air tetap terjaga,” ujarnya.
Kawasan RTH Sanga-Sanga diharapkan akan berkembang menjadi pusat seni, budaya, dan kegiatan masyarakat yang memperkuat identitas sejarah serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sosial dan ekonomi di Kalimantan Timur. Pemerintah Kukar berkomitmen untuk menjaga kawasan ini tetap terawat, hidup, dan relevan bagi masyarakat, serta mendukung pelestarian nilai-nilai sejarah di tanah air. (*)

















