Kaltimdaily.com, SAMARINDA – Warga Pasar Pagi Samarinda mengungkapkan keluhan terkait tidak adanya kanopi di sisi bangunan yang menghadap Jalan Pandai.
Keluhan ini muncul terutama saat hujan deras disertai angin kencang, di mana air sering masuk ke dalam area pasar, mengganggu kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa pemasangan kanopi di sisi bangunan pasar tidak termasuk dalam rencana awal pembangunan.
“Pada perencanaan awal, kami tidak mempertimbangkan adanya hujan deras disertai angin kencang,” ujar Desy saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, pada Senin (5/1/2026).
Desy melanjutkan bahwa pemasangan kanopi di sisi pasar dianggap dapat mengganggu pencahayaan alami di dalam bangunan. Tujuan awal perencanaan adalah agar interior pasar tetap terang, tanpa adanya bayangan yang disebabkan oleh kanopi. Selain itu, pemasangan kanopi hanya di satu sisi bangunan dianggap akan menimbulkan ketidaksimetrisan dan merusak estetika pasar secara keseluruhan.
Masalah teknis lainnya yang dipertimbangkan adalah kemungkinan limpasan air yang dapat merembes ke sisi bangunan yang lain jika kanopi hanya dipasang di satu sisi. Pertimbangan tersebut menjadi alasan mengapa perubahan pada struktur pasar belum dilakukan.
Meski demikian, Desy memastikan bahwa keluhan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi lebih lanjut.
“Kami tidak akan mengabaikan keluhan ini. Kami akan melakukan evaluasi dan hasilnya akan disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Wali Kota untuk dipertimbangkan lebih lanjut,” ungkap Desy. Ia menambahkan bahwa evaluasi ini akan menjadi dasar untuk mencari solusi yang terbaik bagi kenyamanan warga dan pedagang di Pasar Pagi.
Pihak pemerintah kota menyadari pentingnya kenyamanan bagi masyarakat, terutama dalam hal infrastruktur pasar yang digunakan oleh banyak orang setiap hari. Ke depannya, perubahan desain dan struktur pasar yang lebih mengutamakan kenyamanan dan fungsionalitas menjadi prioritas, mengingat Pasar Pagi merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Kota Samarinda. (*)

















