Kaltimdaily.com, Balikpapan– Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, berhasil mencatatkan angka 5,2 juta penumpang pada tahun 2025.
Pihak pengelola, Angkasa Pura Bandara Sepinggan, menargetkan jumlah penumpang lebih tinggi lagi pada 2026, yaitu sebanyak enam juta orang. General Manager Angkasa Pura, Iwan Winaya Mahdar, menyatakan optimisme bahwa target tersebut dapat tercapai berkat peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, dan kerja sama erat dengan berbagai pihak terkait.
Kepercayaan diri ini juga didorong oleh posisi strategis Bandara Sepinggan yang terletak di Balikpapan, yang menjadi pintu gerbang utama bagi Kalimantan Timur dan merupakan jalur penting menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bandara ini diprediksi akan tetap menjadi pusat pergerakan masyarakat, pekerja, serta distribusi logistik ke dan dari wilayah IKN. Tingginya volume penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, yang mencatat sekitar 320 ribu orang, semakin memperkuat optimisme pengelola bandara.
Pada musim Nataru 2025/2026, Bandara Sepinggan juga menambah 16 penerbangan ekstra untuk mengatasi lonjakan penumpang. Puncak arus keberangkatan terjadi pada 22 Desember 2025 dengan hampir 19 ribu penumpang, sementara puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan 17 ribu penumpang.
Meskipun terjadi 18 insiden keterlambatan penerbangan akibat cuaca buruk, operasional bandara tetap berjalan lancar tanpa mengganggu keselamatan penerbangan dan kualitas pelayanan.
Selama periode angkutan Nataru, Angkasa Pura juga mengoperasikan Pos Koordinasi Nataru sebagai pusat koordinasi keamanan dan pelayanan penumpang. Kolaborasi antara berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, Otoritas Bandara, AirNav, Basarnas, dan maskapai penerbangan, memastikan kelancaran operasional serta keamanan di Bandara Sepinggan.
Sepanjang tahun 2025, Bandara Sepinggan tercatat mengoperasikan 48.292 pergerakan pesawat dan menangani 55.583 ton volume kargo. Rute penerbangan paling diminati adalah Balikpapan-Jakarta, disusul dengan Balikpapan-Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan.
Dengan angka-angka impresif ini, Bandara Sepinggan terus memainkan peran vital sebagai penghubung utama perjalanan masyarakat, penggerak perekonomian, serta mobilitas pekerja dan pelaku usaha di Kalimantan Timur.
Melihat pencapaian ini, pengelola Bandara Sepinggan berencana untuk terus meningkatkan kapasitas dan layanan guna mendukung pertumbuhan transportasi udara yang terus berkembang, terutama dengan adanya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan meningkatnya jumlah penumpang, Bandara Sepinggan dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di masa mendatang dan terus menjadi salah satu bandara utama yang mendukung perekonomian Kalimantan Timur. (*)

















