Murid SD Mapulu Berau Harus Menyeberangi Sungai untuk Bisa Belajar
Kaltimdaily.com, Berau – Anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, hingga kini belum dapat menikmati pendidikan di sekolah yang ada di kampung mereka sendiri.
Gedung sekolah yang telah berdiri di Kampung Mapulu tidak difungsikan, karena tidak adanya guru yang bertugas di sekolah tersebut.
Kondisi ini membuat para murid terpaksa menempuh perjalanan ke Kampung Panaan, yang terletak di sebelah Mapulu, untuk dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sekretaris Kampung Mapulu, Iis, menegaskan bahwa isu mengenai orang tua yang tidak menyekolahkan anak-anak mereka tidak benar.
“Bukan tidak disekolahkan, tetapi memang tidak ada guru yang mengajar di SD di Mapulu,” ujar Iis, Jumat (5/9/2025).
Kesulitan para murid semakin bertambah setelah jembatan kayu yang menghubungkan Kampung Mapulu dengan Kampung Panaan putus pada Mei 2025 lalu.
Akibatnya, anak-anak SD harus berjalan kaki dan menyeberangi Sungai Kelay untuk bisa mencapai sekolah di Panaan.
Menurut Iis, kondisi ini cukup berisiko bagi anak-anak.
“Meskipun jarak yang diseberangi tidak terlalu jauh, tetap saja mereka masih kecil untuk menghadapi medan tersebut,” jelasnya. Jika arus sungai sedang deras, anak-anak bahkan tidak diperbolehkan menyeberang sehingga terpaksa libur sekolah.
Situasi ini menjadi perhatian serius masyarakat Kampung Mapulu. Mereka khawatir keselamatan anak-anak yang setiap hari harus menyeberangi sungai demi mendapatkan pendidikan.
Selain itu, kekosongan tenaga pengajar di SD Mapulu juga menambah keresahan, sebab tanpa adanya guru, bangunan sekolah hanya menjadi fasilitas yang terbengkalai.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, baik dengan menempatkan guru di Kampung Mapulu maupun memperbaiki akses infrastruktur seperti jembatan penghubung.
Hal ini penting agar anak-anak di Mapulu bisa bersekolah dengan aman dan nyaman di kampung mereka sendiri.
Lebih jauh, masyarakat berharap persoalan pendidikan di wilayah pedalaman Berau tidak hanya menjadi sorotan sesaat, tetapi ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata.
Pendidikan anak-anak di daerah terpencil harus mendapatkan perhatian yang sama seperti di wilayah perkotaan, karena merekalah generasi penerus yang akan membangun daerah di masa depan.
Dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah, diharapkan anak-anak Kampung Mapulu tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk berangkat sekolah.
Pendidikan yang layak dan akses yang memadai akan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Berau. (*)















