Kaltimdaily.com, Kubar – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang digelar di Taman Budaya Sendawar pada Rabu (5/11/2025) berlangsung dengan penuh kemegahan dan makna sejarah. Pada puncak acara Festival Dahau 2025, pemerintah daerah berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk penggunaan kesapuuq pria dan tuduunq wanita terbanyak, melibatkan ribuan peserta dari berbagai kecamatan di Kutai Barat.
Festival ini menampilkan kekayaan tradisi budaya Dayak Benuaq dan Tunjung, yang menjadi simbol persatuan dan upaya pelestarian budaya Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Acara ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal.
Ribuan warga memadati pusat kota untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya, termasuk parade motor dan tari kolosal yang melibatkan 700 penari dari berbagai wilayah. Tari kolosal ini menggambarkan keragaman budaya dan harmoni sosial Kutai Barat, yang dipersembahkan dengan iringan musik tradisional yang meriah. Sorak-sorai masyarakat semakin memperkuat suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Kubar sejak pembentukannya pada 5 November 1999. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat “Sempekat,” yang berarti kebersamaan dalam membangun daerah. Semangat tersebut, menurut Bupati Edwin, merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berdaya saing.
Bupati juga menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Ia berharap agar pelestarian budaya dan lingkungan hidup tetap menjadi prioritas dalam upaya pembangunan Kabupaten Kutai Barat, sehingga menciptakan daerah yang maju, berdaya saing, dan harmonis.
Perayaan HUT ke-26 Kutai Barat ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan pembangunan. Dengan momentum ini, diharapkan Kutai Barat akan semakin maju dalam berbagai aspek, dari segi budaya hingga ekonomi, serta mampu menghadapi masa depan dengan lebih baik. (*)















