banner-sidebar
BerauKaltim

Efisiensi Anggaran, Kampung Derawan Fokus Ketahanan Pangan

Avatar
914
×

Efisiensi Anggaran, Kampung Derawan Fokus Ketahanan Pangan

Share this article
Efisiensi Anggaran, Kampung Derawan Fokus Ketahanan Pangan
Kampung Derawan. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Berau – Pemerintah Kampung Pulau Derawan memastikan program-program prioritas tetap jalan meski anggaran tahun ini sedikit mengalami pemangkasan. Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menegaskan bahwa efisiensi dilakukan tanpa mengganggu pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia (SDM), serta program ketahanan pangan.

Indra bilang, penyesuaian paling terasa hanya di sektor perjalanan dinas dan pengadaan barang yang dinilai bisa ditekan. “Meskipun Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun ini turun sedikit, program utama tetap jalan. Kita pangkas di perjalanan dinas dan pengadaan barang yang nggak terlalu penting,” ujar Indra saat ditemui pada Selasa (8/7/2025).

Sebagai informasi, ADK Kampung Derawan pada tahun 2024 sebesar Rp3.092.640.000, sementara tahun 2025 turun menjadi Rp3.083.503.000. Meski selisihnya kecil, efisiensi ini tetap dilakukan dengan hati-hati agar tidak berdampak ke warga.

Program pengembangan SDM seperti pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata tetap diprioritaskan, termasuk program ketahanan pangan lewat penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Menurut Indra, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang meminta pemangkasan belanja perjalanan dinas hingga 50% dan fokus pada penanganan stunting serta ketahanan pangan.

Pemerintah Kabupaten Berau juga mengimbau seluruh kampung untuk lebih cermat mengelola anggaran. Fokus utama diarahkan pada potensi lokal, peningkatan produktivitas, dan program yang memberikan dampak langsung ke masyarakat.

Indra juga menyampaikan bahwa hingga saat ini dana dari Alokasi Bantuan Tunai (ABT) belum turun. Namun jika sudah cair, penggunaannya tetap akan diprioritaskan untuk kepentingan warga. “Dari DPMK juga sudah menegaskan bahwa penggunaan dana harus berdampak langsung ke masyarakat. Jadi kita patuh arahan itu,” pungkasnya.

Langkah efisiensi yang diambil Kampung Derawan membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk terus membangun. Dengan strategi tepat dan fokus pada kebutuhan warga, kampung ini tetap mampu bergerak maju di tengah tekanan fiskal.

Kampung Derawan pun bisa jadi contoh buat kampung-kampung lain di Berau maupun daerah wisata lainnya. Efisiensi bukan berarti berhenti membangun, tapi bagaimana cerdas mengatur prioritas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih