banner-sidebar
BisnisBontang

Bontang Catat Lonjakan Izin Usaha, Bukti Kota Semakin Ramah Investor

Avatar
920
×

Bontang Catat Lonjakan Izin Usaha, Bukti Kota Semakin Ramah Investor

Share this article
NIB. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Bontang – Aktivitas investasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur, menunjukkan tren peningkatan tajam sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), hingga 22 Oktober 2025 tercatat sebanyak 2.489 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan melalui sistem Online Single Submission berbasis Risiko (OSS-RBA).

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kemudahan layanan perizinan dan meningkatnya minat pelaku usaha untuk berinvestasi di Bontang.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat, transparan, dan kompetitif guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.

Dari data dashboard OSS-RBA, tercatat ada 7.210 proyek usaha aktif di Kota Bontang. Mayoritas berasal dari sektor dengan tingkat risiko rendah hingga menengah rendah, seperti perdagangan eceran, kuliner, dan jasa pendidikan nonformal. Ketiga sektor ini dinilai menjadi penopang utama ekonomi masyarakat sekaligus penyerap lapangan kerja terbanyak.

Selain penerbitan NIB, DPMPTSP Bontang juga telah mengeluarkan 559 izin tambahan melalui sistem digital perizinan. Di antaranya terdapat 54 izin praktik dokter, 69 izin perawat, 103 persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), dan 167 izin reklame.

Data ini menandakan geliat ekonomi Bontang tidak hanya bertumpu pada sektor industri berat, tetapi juga merambah ke bidang kesehatan dan promosi usaha.

Untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah, Pemerintah Kota Bontang kini fokus mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Beragam kegiatan seperti Bontang City Carnival digelar untuk menarik investor dan memperkenalkan potensi lokal. Aspiannur menegaskan, Bontang tengah bertransformasi menjadi kota kreatif dan inovatif yang membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat.

Langkah diversifikasi ekonomi ini sejalan dengan arah Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2025–2035, yang menempatkan Bontang sebagai salah satu kota penyangga utama pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dampak limpahan ekonomi dari wilayah sekitar seperti Kutai Timur turut memperkuat perputaran usaha di kota pesisir tersebut.

Dengan sistem digitalisasi perizinan yang semakin efisien dan transparan, Bontang kini dipandang sebagai daerah berdaya saing tinggi di Kalimantan Timur. Pemerintah berharap momentum ini terus berlanjut agar pelaku usaha lokal dan nasional dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di kota yang dikenal sebagai rumah industri sekaligus pusat inovasi ini.

Ke depan, DPMPTSP akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mempercepat realisasi investasi dan memperluas lapangan kerja. Melalui pengawasan terpadu serta pelayanan publik yang responsif, Bontang diharapkan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan investasi daerah di Indonesia timur. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih