banner-sidebar
Bontang

Banjir Rabu Pagi di Bontang: 3.701 Warga Terkena Dampak, Banyak Rumah Tergenang

Avatar
777
×

Banjir Rabu Pagi di Bontang: 3.701 Warga Terkena Dampak, Banyak Rumah Tergenang

Share this article
Banjir Rabu Pagi di Bontang: 3.701 Warga Terkena Dampak, Banyak Rumah Tergenang
Banjir di Bontang. Ft by Bekesah

Banjir Melanda Bontang, 3.701 Jiwa Terdampak di Beberapa Kelurahan

Kaltimdaily.com, Bontang – Banjir menerjang Kota Bontang pada Rabu (22/10/2025), dengan ketinggian air yang terlihat di sejumlah titik hingga pagi hari. Proses surutnya air mulai terlihat sekitar pukul 09.00 WITA. Berdasarkan laporan dari kelurahan setempat, total warga yang terdampak mencapai 3.701 jiwa.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengungkapkan bahwa tujuh RT di kelurahannya terendam, dengan RT 19 menjadi yang paling parah. Di titik tersebut, air mencapai lutut orang dewasa, bahkan hingga pinggang di sekitar simpang empat Labu Putih. Pemerintah setempat terus melakukan perbaikan drainase di daerah terdampak agar kejadian serupa tidak terulang.

Bantuan untuk warga yang terdampak banjir pun telah disalurkan, dengan dapur umum dibuka di setiap RT untuk memenuhi kebutuhan pangan. Relawan juga terus bekerja keras memasak makanan untuk warga yang membutuhkan.

Sementara itu, di Kelurahan Gunung Telihan, sekitar 370 jiwa terdampak di 11 RT akibat luapan DAS Bontang, dengan RT 25 dan 29 menjadi yang paling parah. Kelurahan Kanaan mencatat 62 jiwa terdampak di 3 RT, sementara Kelurahan Satimpo mengalami kerusakan di RT 21 dan 25, dengan sekitar 25 rumah tergenang.

Namun, Kelurahan Api-Api tercatat sebagai wilayah yang paling parah dengan lebih dari 2.500 jiwa terdampak, melibatkan 20 RT yang terendam air. Proses pendataan masih berlangsung di Kelurahan Guntung, yang juga terkena dampak banjir. Lurah Guntung, Denny Febrian, melaporkan bahwa bantuan konsumsi telah diterima dan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Pemerintah Kota Bontang, bersama dengan berbagai elemen masyarakat, terus bekerja keras dalam menyalurkan bantuan dan memulihkan kondisi warga.

Pihak kelurahan dan relawan setempat juga sedang fokus pada pemulihan rumah dan infrastruktur yang terdampak. Meski banjir kali ini tergolong cukup parah, upaya perbaikan drainase diharapkan bisa mengurangi dampak serupa di masa depan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat penanganan bencana agar Kota Bontang lebih siap menghadapi kemungkinan bencana alam di kemudian hari. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih